Berita Denpasar

Mal dan Objek Wisata Dibuka Lagi, Gubernur Koster Minta Masyarakat Untuk Tetap Jaga Prokes

Walaupun Bali masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, tetapi beberapa kelonggaran sudah mulai diterapkan. 

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Ragil Armando
Gubernur Bali, Wayan Koster dalam konferensi persnya di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa 7 September 2021 malam lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Walaupun Bali masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, tetapi beberapa kelonggaran sudah mulai diterapkan. 

Salah satunya adalah diizinkannya dibuka objek wisata dan pusat perbelanjaan atau mal di Bali dengan syarat 50 persen kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. 

Saat diwawancarai awak media usai Sidang Paripurna DPRD Bali, Jumat 10 September 2021, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan membuka alasan pemberian kelonggaran terhadap sejumlah objek wisata dan pusat perbelanjaan atau mall. 

Ia beralasan bahwa kebijakan tersebut sudah melalui berbagai perhitungan yang matang. 

Salah satunya, tingginya angka vaksinasi tahap satu maupun tahap dua.

Selain itu, juga ditambah lagi dengan diterapkannya penggunaan aplikasi PeduliLindungi. 

"Yang pertama vaksin kedua sudah mencapai 68 persen. Kedua menerapkan aplikasi PeduliLindungi dengan ketat. Kalau itu memenuhi syarat bisa (dibuka)," jelasnya. 

Bahkan, ia menegaskan bahwa untuk kafe dan restoran tersebut juga diwajibkan untuk menetapkan hal serupa bagi para pengunjungnya. 

Baca juga: Gubernur Koster Harapkan Bali Miliki Basis Pendapatan Daerah Memadai Guna Mendukung Sumber PAD

"Wajib,  kalau tidak, tidak bisa. Harus dengan PeduliLindungi, sama," tandasnya. 

Koster juga menegaskan untuk mencegah adanya peningkatan kasus positif kembali di Bali, ia meminta masyarakat untuk tetap disiplin dan tertib melaksanakan protokol kesehatan (prokes). 

Sehingga dengan kelonggaran yang ada saat ini semestinya dijaga sebaik-baiknya. 

"Tertib, disiplin prokes," tegasnya.

Baca juga: Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Denpasar Tanggapi Perihal Belum Bisa Digelarnya Sekolah Tatap Muka 

Sebelumnya, Kadis Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa saat dikonfirmasi, Kamis 9 September 2021 menjelaskan sesuai SE Gubernur terbaru,  Daya Tarik Wisata yang diizinkan untuk dibuka, yakni DTW Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksi mal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. 

Menurutnya dalam tahap ujicoba dengan kapasitas 50 persen, hal itu dikarenakan Bali masih dalam status level 4. 

"Kita tidak mau, ketika diberikan kelonggaran, membuat kasus Covid bertambah, oleh karenanya dalam tahap uji coba ini harus benar-benar diperketat sehingga penerapannya dengan Peduli Lindungi. 

Sedangkan, Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi pun mengharapkan agar tetap tetap dijalankan protokol kesehatan, baik dari pengunjung maupun  dari pusat perbelanjaan dan wisata. 

Supaya tidak terjadinya penambahan kasus baru pasca dibukanya tempat-tempat tersebut.  

“Kita harapakan destinasi menerapakan prokes, ini merupakan kerja bersama pemerintah dan masyarakat,” tegas dia.

Baca juga: DPRD Bali Minta Disdik Untuk Mulai Siapkan Bertahap Rencana PTM Jika Bali Turun Level PPKM

“Terpenting prokes tetap dijaga, kita kan makhluk sosial ini. Sebab Indonesia kebiasaan berkumpul merupakan budaya sulit untuk dihilangkan begitu saja, mudah- mudahan kesadaran memakai masker tetap dilakukan,” tandas pria asal Singaraja ini. (*) 
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved