Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kesehatan

Segala Sesuatu Tentang Rhinitis Alergi, Dari Gejala, Penyebab, Sampai Cara Mengobati

Rhinitis alergi atau hay fever adalah peradangan pada bagian dalam hidung yang disebabkan oleh alergen tertentu.

Tayang:
tribun bali/dwisuputra
rhinitis alergi dan hidung normal 

Merangkum NHS, penyebab rhinitis alergi pada dasarnya adalah sistem kekebalan yang terlalu sensitive.

Jika Anda menderita rhinitis alergi, pertahanan alami Anda terhadap infeksi dan penyakit (sistem kekebalan) akan bereaksi terhadap alergen seolah-olah berbahaya.

Jika sistem kekebalan Anda terlalu sensitif, ia akan bereaksi terhadap alergen dengan memproduksi antibodi untuk melawannya.

Antibodi adalah protein khusus dalam darah yang biasanya diproduksi untuk melawan virus dan infeksi.

Reaksi alergi tidak terjadi saat pertama kali Anda bersentuhan dengan alergen.

Sistem kekebalan harus mengenali dan "menghafalnya" sebelum memproduksi antibodi untuk melawannya. Proses ini dikenal sebagai sensitisasi.

Baca juga: Kudapan Enak Bagi Penderita Diabetes, Mahasiswa UM Surabaya Buat Puding dari Daun Kelor

Setelah Anda mengembangkan kepekaan terhadap alergen, itu akan dideteksi oleh antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE) setiap kali bersentuhan dengan bagian dalam hidung dan tenggorokan Anda.

Antibodi ini menyebabkan sel melepaskan sejumlah bahan kimia, termasuk histamin, yang dapat menyebabkan lapisan dalam hidung (selaput lendir) meradang dan menghasilkan terlalu banyak lendir. Inilah yang menyebabkan gejala khas bersin dan hidung tersumbat atau meler.

Alergen umum

Rhinitis alergi dipicu dengan menghirup partikel kecil alergen. Alergen udara yang paling umum yang menyebabkan rhinitis alergi, yakni:

1. Tungau debu

Tungau debu rumah adalah serangga kecil yang memakan serpihan kulit manusia yang sudah mati.

Mereka dapat ditemukan di kasur, karpet, furnitur lembut, bantal dan tempat tidur. Rhinitis tidak disebabkan oleh tungau debu itu sendiri, tetapi oleh bahan kimia yang ditemukan dalam kotorannya.

Tungau debu ada sepanjang tahun, meskipun jumlahnya cenderung memuncak selama musim dingin.

2. Serbuk sari dan spora

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved