Berita Gianyar
Kabel Semrawut di Ubud Kini Ditanam di Bawah Tanah, Cita-Cita Bupati Sejak Era Cok Ace
Menciptakan langit Ubud yang bersih dari kabel semerawut telah menjadi cita-cita para bupati sejak era Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ac
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Menciptakan langit Ubud yang bersih dari kabel semerawut telah menjadi cita-cita para bupati sejak era Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali.
Namun karena persoalan dana, hal tersebut pun tidak bisa direalisasikan.
Namun hal tersebut baru bisa tercapai dalam kepemimpinan Bupati Gianyar, Made Mahayastra.
Di mana proyek tersebut mendapat pagu anggaran sebesar Rp28 miliar, yang bersumber dari dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Baca juga: Tiga Objek Wisata Utama di Gianyar Sudah Uji Coba Dibuka
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Senin 13 September 2021, kabel yang mendapatkan prioritas untuk ditanam adalah semua kabel yang berada di kawasan jalan utama Pariwisata Ubud.
Proyek tersebut telah dikerjakan sejak tiga hari lalu, dan setiap harinya para pekerja telah mampu menanam kabel sepanjang 7-10 meter per hari.
Dengan kinerja demikian, Pemkab Gianyar memastikan proyek ini bisa rampung pada dua bulan ini.
Baca juga: Proyek Taman Patung Kapten Dipta Gianyar Sudah Berjalan 6,8 Persen
Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersyukur penanaman kabel bisa dilakukan dalam masa kepemimpinannya.
Selama ini, cita-cita tersebut sudah ada sejak jaman Bupati, Cok Ace.
Sebab selama ini, bangunan Bali merupakan salah satu daya tarik wisata.
Namun sayangnya, keindahan tersendiri terganggu oleh kabel yang semerawut.
Tak hanya itu, kabel juga kerap menjadi pengganggu prosesi pengabenan di Ubud.
Baca juga: Ratusan Burung Pipit Jatuh dan Mati di Gianyar, Begini Tanggapan BKSDA Bali
Bahkan tak jarang, saat upacara ngaben terutama di Puri Agung Ubud, kabel-kabel harus dilepas sehingga menyebabkan mati listrik.
Diapun bersyukur dapat mewujudkan apa yang selama ini diidamkan banyak pihak di Ubud.
"Apa yang menjadi harapan masyarakat Ubud, masyarakat Bali, juga masyarakat Internasional, Ubud harus kita di jaga. Apa yang bisa kita kerjakan kita harus kerjakan. Tidak lagi mencari kambing hitam pada masa pandemi ini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/proyek-penanaman-kabel-di-ubud.jpg)