Breaking News:

Berita Bali

Waspada Banjir Memasuki Musim Penghujan, BMKG Denpasar Berikan Imbauan Ini

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali pun memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Foto Ilustrasi Banjir - Waspada Banjir di Musim Penghujan, BMKG Denpasar Berikan Imbauan Ini 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dampak hujan yang terus mengguyur wilayah Bali bisa berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali pun memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada.

Menurut Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran BMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto dampak hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Bali bisa berpotensi banjir.

"Dampak hujan lebat bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor,"

Baca juga: Desa Kusamba Klungkung Diguyur Hujan Deras hingga Banjir Tengah Malam, Mangku Sirna:Suasana Mencekam

"Kalau daerahnya rawan tanah longsor dan berada di daerah rawan banjir, agar masyarakat tetap waspada," ujar Dwi Hartanto, Senin 13 September 2021.

Lebih lanjut ia menjelaskan, wilayah yang berpotensi hujan sedang, lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi bakal terjadi pada senin 13 September 2021 hingga Selasa 14 September 2021 di seluruh wilayah Provinsi Bali.

Sehingga dalam hal ini, Dwi Hartanto mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap bencana yang ditimbulkan.

"Tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap bencana yang ditimbulkan," tambahnya.

Dalam hal ini, imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan petir.

Dwi juga mengimbau kepada operator jasa transportasi laut diantaranya nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir pantai agar selalu waspada.

"Diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2 meter atau lebih di selat Bali bagian selatan, selat Badung, selat Lombok bagian selatan dan samudera Hindia selatan Bali," pungkas Dwi Hartanto.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved