Berita Karangasem
Pasien Covid-19 yang Masih Jalani Isolasi Terpusat di Karangasem Hanya Tinggal 8 Orang
Data satgas COVID Karangasem, Senin (27/9/2021), kamar pasien COVID hanya terisi 8 unit dari 344 jumlah kamar yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pasien COVID-19 yang dirawat di ruangan isolasi terpusat (isoter) di Karangasem menurun tiap harinya.
Data satgas COVID Karangasem, Senin (27/9/2021), kamar pasien COVID hanya terisi 8 unit dari 344 jumlah kamar yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem.
Plt. Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengaku, pasien COVID yang menjalani perawatan di tempat Isoter alami penurunan.
Pihaknya berharap penurunan ini melandai, hingga Karangasem manjadi zona hijau.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Tempat Rafting di Rendang Karangasem Masih Sepi
Begitu juga temuan kasus COVID di Karangasem menurun dibandingkan dulu.
"Warga yang masih dalam perawatan di isoter tinggal 8 orang. Mereka dirawat di dua titik (hotel). Semoga sisanya segera sembuh, sehingga tak ada pasien yang di isoter," harap Ketut Arimbawa, mantan Kabid Damkar Karangasem.
Sisa pasien rencananya akan digabung untuk mempermudah administrasi.
Ditambahkan, pemerintah daerah Karangasem menyiapkan 12 hotel untuk digunakan isoter bagi pasien terkonfirmasi COVID tanpa gejala.
Lokasi hotel di Kecamatan Karangasem, Rendang, Abang, Manggis, dan Kubu.
Ditambah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) serta tempat isoter di tingkat desa.
Untuk diketahui, belasan hotel dijadikan tempat isolasi agar kasus terkonfirmasi COVID 19 terkurangi. Mengingat isolasi mandiri dianggap tidak efektif dalam mengurangi kasus di Karangasem. Dibutuhkan tempat isolasi terpusat. Pasien konfirmasi tanpa gejala akan dijemput petugas kesehatan.
Terkait anggaran untuk isoter, pemerintah mengambilkan dari anggaran belanja tak terduga (BTT) di BPKAD.
Hanya saja yang bersangkutan tak merinci jumlah anggarannya. Untuk 1 kamar dianggarkan Rp 200 ribu per hari.
Ditambah uang makan dan laundry Rp 100 ribu. Jadi, per orang dianggarkan Rp 300 ribu perhari.
Untuk makan rencananya disiapkan oleh masing - masing hotel untuk mempercepat prosesnya.
Baca juga: Warga Sibetan Karangasem Ni Nengah GR Nekat Akhiri Hidup Diduga Karena Depresi
Berbeda dengan isolasi terpusat tahun dulu. Untuk makan dan minum disediakan pihak ketiga.
Jika disediakan terpisah, khawatirnya ruwet.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan pasien.(*)
Artikel lainnya di Berita Karangasem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kerugian-akibat-banjir-bandang-dan-longsor-di-karangasem.jpg)