Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Mengeluarkan Sperma Setiap Hari Tidak Masalah, Namun Hati-Hati Menjadi Candu!

alu apakah masturbasi dan hubungan seksual jika dilakukan di usia masih muda setiap hari ada dampaknya? 

Editor: Harun Ar Rasyid
Pexels.com/Deon Black
Ilustasi Pengluaran sperma pada pria dewasa 

TRIBUN-BALI.COM/ - Usia puber menjadi awal para pria bisa memproduksi sperma.

Memasui usia ini, para laki-laki mulai memproduksi spermatozoa di testisnya.

Salah satu tanda dimulainya masa pubertas adalah pria mengalami mimpi basah.

Selain dengan mimpi basah, para pria juga bisa mengeluarkan spermanya secara mandiri dengan masturbasi.

Ejakulasi atau pengeluaran sperma bisa dilakukan sendiri tanpa pasangan atau masturbasi, jika dengan pasangan bisa disebut hubungan seksual. 

Semua itu terjadi karena kematangan reproduksi pada laki-laki dan merupakan ciri primer dari pubertas.

Sejak saat itu pula laki-laki sudah bisa menghamili perempuan. 

Berjalan dengan proses kematangan reproduksi ini sejalan dengan munculnya dorongan seksual karena hormon testoteron sudah optimal.

Baca juga: Mau Sperma Sehat? Yuk Simak Penjelasan Dokter Oka Negara

Nantinya hal tersebut yang akan memicu apakah memenuhi hasrat secara mandiri atau masturbasi atau dengan lawan jenis yakni hubungan seksual.

Lalu apakah masturbasi dan hubungan seksual jika dilakukan di usia masih muda setiap hari ada dampaknya? 

Wartawan Tribun-Bali bertanya ke dr. Oka Negara selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sekaligus Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Cabang Denpasar. 

"Kalau dilihat aktivitasnya terlebih dahulu, ibaratnya seperti olahraga jadi ada kalori yang terbuang.

Jika dilakukan setiap hari kalorinya akan terbuang apakah nanti efeknya akan lelah, letih, lesu.

Jadi tergantung dari umur, kalau sehari dia bisa mengeluarkan sperma dua hingga tiga kali dengan hubungan seksual dari segi fisik mungkin tidak bermasalah.

Baca juga: Apakah yang Terjadi Jika Pria Mengeluarkan Sperma Setiap Hari? Berikut Penjelasan Ahli

Namun, bisa saja mengganggu hal-hal produktif, seperti harusnya bekerja malah berhubungan intim dengan pasangan dan membuat pekerjaan tidak terselesaikan," katanya pada, Selasa 28 September 2021. 

Lebih lanjut ia menerangkan, namun sejalan dengan usia tentu saja akan terjadi kebosanan dan keletihan.

Padahal hubungan seksual bisa dijadikan relaksasi untuk mendapatkan kegembiraan dan bereproduksi.

Perlu diketahui spermatozoa itu dihasilkan setiap hari oleh testis.

Tetapi sperma yang setiap hari dikeluarkan perlu dimatangkan terlebih dahulu. 

"Jadi terjadi maturbasi disimpan di daerah epididimis atau kantong sperma. Hingga sperma matang 72 jam.

Kalau mau hubungan seksual optimal jangan setiap hari. Jadi nanti sperma akan muda-muda dan belum matang.

Sebagai contoh kalau mau cek sperma atau sperma analisis itu disarankan untuk puasa hubungan seksual hingga tiga hari," lanjutnya. 

Jadi untuk kualitas spermatozoa yang bagus yakni yang sudah tersimpan di kantong sperma dalam waktu hingga 3 hari.

Namun hal tersebut kembali lagi pada fungsi hubungan seksual itu apa.

Baca juga: Sperma Lama Tidak Dikeluarkan, Apakah Berbahaya Bagi Kesehatan?

Kalau untuk senang-senang di usia masih muda, dan fisik masih kuat, jadi tidak ada masalah.

Namun untuk kepentingan bereproduksi atau menghasilkan anak, yang terbaik seminggu dua kali atau setiap tiga hari sekali.

"Jika pengeluaran sperma dihubungkan dengan masturbasi atau hubungan seksual hampir setiap hari.

Terutama yang masturbasi, lalu apakah yang sering itu tergolong menjadi adiksi?

Jadi kalau yang terlalu sering tentu saja akan bermasalah jadi tidak suka berhubungan seksual.

Kadang-kadang juga dimodifikasi karena melakukannya hampir setiap hari dengan menggunakan berbagai cara.

Misalkan menggunakan jari terus dipakai juga bergesekan dengan benda-benda tertentu. Ini akan membuat infeksi atau cedera jika sering dilakukan," paparnya. 

Jika misalnya pelaku masturbasi masih muda dan melakukan masturbasi dalam rentang seminggu dua sampai tiga kali tidak ada masalah.

Namun jika kecenderungan terlalu sering dilakukan, dikhawatirkan akan terjadi adiksi nantinya, dan menggunakan benda-benda berbahaya, sehingga tidak direkomendasikan.

(*) 

Artikel terkait tips kesehatan

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved