Berita Bali

Pariwisata Mulai Dibuka, 2000 Pegawai Krisna Oleh-oleh Bali yang Dirumahkan Kini Bekerja Kembali

"Di Krisna Oleh-Oleh kami ada 2.500 karyawanan, pada saat Pandemi COVID-19 awal ada 2000 karyawan yang dirumahkan.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf Sandiaga Uno mendengarkan penjelasan Ajik Krisna saat mengunjungi Krisna Oleh-oleh cabang By Pass Ngurah Rai, Badung, Sabtu 30 Januari 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi COVID-19 yang berangsur melandai di Bali menjadi asa dalam memacu pertumbuhan perekonomian yang mengalami kontraksi serta meningkatkan kunjungan pariwisata dan berimplikasi pada angka pekerja yang sempat dirumahkan.

Seperti halnya di Krisna Oleh-Oleh Bali, seiring pemerintah melonggarkan pembukaan obyek wisata dan mall, kunjungan wisatawan domestik ke Bali mulai mengalami pertumbuhan dan dampaknya para pekerja pariwisata kini bisa sedikit bernapas lega.

"Di Krisna Oleh-Oleh kami ada 2.500 karyawanan, pada saat Pandemi COVID-19 awal ada 2000 karyawan yang dirumahkan, dan pada bulan September 2021 seiring PPKM Level 3, yang kita rumahkan tersisa 500 orang, saya berharap Oktober tahun ini atau awal tahun 2022 kondisi dapat kembali normal dan pekerja bisa penuh seperti dulu lagi," ujar pemilik Krisna Oleh-Oleh Bali, Gusti Ngurah Anom kepada wartawan, Rabu 29 September 2021. 

Pria yang akrab disapa Ajik Krisna pun melakukan survey ke beberapa tempat mall dan obyek wisata dan dirasakan geliat itu mulai tumbuh meskipun belum sepenuhnya normal.

Baca juga: Ajik Krisna Tanggapi Bali Terapkan Prokes Ketat PPDN, Begini Kunjungan di Krisna Oleh-oleh Saba

Baca juga: Tutup 3 Bulan, Pemilik Krisna Oleh-oleh Bali Tetap Membayar Tagihan Rp 2,5 Miliar Per Bulan

"PPKM perlahan dibuka kunjungan bertambah, saya pun melakukan di beberapa tempat, hampir 60 persen mulai didatangi wisatawan domesti dari Jawa dan sekitarnya," tuturnya. 

Oleh karena itu, Ajik Krisna berharap agar minimal bulan Oktober tahun ini dan maksimal awal tahun 2022 mendatang pariwisata Bali kembali normal seperti sedia kala.

Ia berharap rencana pembukaan pintu mancanegara juga dapat direalisasikan secara bertahap. 

Ajik Krisna
Ajik Krisna (Tribun Bali/Andrian Amurwonegoro)

"Sebagai pelaku pariwisata kalau kita lihat di Bulan September masih PPKM tapi kunjungan pariwisata ke Bali lumayan ramai. Harapannya rencana Oktober pariwisata dibuka untuk Bali dan kami optimis pariwisata kembali bangkit," ujar dia.

"Harapan saya pasti optimis untuk Bali, Pandemi turun di Indonesia, mudah-mudahan Oktober setelah pariwisata Bali dibuka akan kembali menggeliat. Wisatawan asing rencana Oktober nanti 4 negara yang baru bisa dibuka, tapi yang jelas bertahap step by step pasar domestik yang penting dibuka dulu dan step by step mancanegara mulai masuk," sambung Ajik Krisna.

Pihaknya pun telah menyiapkan item standar protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan) serta dengan scan barcode aplikasi PeduliLindungi guna memastikan siapapun yang masuk ke Krisna Oleh-oleh telah menjalani vaksinasi dan aman beraktivitas di tempat publik.

Baca juga: Tutup 3 Bulan, Pemilik Krisna Oleh-oleh Bali Tetap Membayar Tagihan Rp 2,5 Miliar Per Bulan

Baca juga: Protokol Kesehatan Krisna Oleh-oleh Bali Sambut Era New Normal

"Krisna oleh oleh tentunya mengikuti prokes dan PeduliLindungi, semua outlet krisna sudah pakai PeduliLindungi, itu kunci prokes tamu yang datang ke Krisna, dan kemarin saya menghadap Sekda, bahwa pandemi ini tidak bisa ditebak, sekarang turun, tiba-tiba naik tergantung Prokes kita untuk masyarakat Bali," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved