Breaking News:

Corona di Bali

Dispar Badung Minta Waktu Karantina Wisatawan Dua Hari Saja, Kadiskes Bali: Wah Saya Tidak Setuju

Dinas Pariwisata Kabupaten Badung usulkan agar wisatawan dikarantina hanya dua hari saja setelah hasil swab-nya negatif. 

Tribun Bali/Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dinas Pariwisata Kabupaten Badung usulkan agar wisatawan dikarantina hanya dua hari saja setelah hasil swab-nya negatif. 

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung, Cokorda Raka Darmawan mengatakan sesuai dengan kebijakan pusat, wisatawan yang berkunjung ke Bali wajib menjalani karantina selama 8 hari di beberapa hotel yang sudah disediakan.

Walaupun begitu, pihaknya mengatakan waktu 8 hari itu terlalu lama jika hasil swab yang ditunjukkan wisatawan sudah negatif.

Baca juga: UPDATE: Kasus Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 64 Orang, Nihil Pasien Meninggal Dunia

"Kami sempat usulkan agar dikarantina cukup dua hari. Dengan pertimbangan hasil swab negatif yang dibawa dari negaranya dan setibanya di Bali kembali di-swab. Setelah hasil kelar hasil dan negatif boleh memilih hotel dan berwisata," kata Cok Darmawan.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya merasa keberatan dengan usulan agar waktu karantina hanya dua hari untuk wisatawan.

Pasalnya ia mengkhawatirkan nantinya akan ada varian baru virus Covid-19 masuk ke Bali. 

Baca juga: Karantina Wisman Cukup 2 Hari, Usul Dispar Badung Jika Pintu Internasional Jadi Dibuka

"Wahh saya tidak setuju, karena masa inkubasi virus belum lewat. Jangan sampai terjadi masuknya varian baru ke Bali atau Indonesia," katanya pada, Kamis 30 September 2021. 

Ia menekankan agar semua pihak harus lebih bersabar lagi.

Dengan tegas, pria yang berasal dari Kabupaten Buleleng tersebut mengatakan tidak ada pengurangan hari karantina untuk wisatawan.

Kebijakan karantina untuk wisatawan tetap dijalankan selama 8 hari. 

Baca juga: Bupati Badung Giri Prasta Tanggapi Perihal Hotel di Bali Diusulkan Jadi Tempat Karantina

"Kita harus lebih bersabar untuk kepentingan yang lebih luas dan jangka panjang. Tidak ada pengurangan masa karantina. Sesuai Kebijakan selama 8 hari," tambahnya. 

Nantinya karantina untuk wisatawan akan dilakukan di 35 hotel di Bali ketika pariwisata akan dibuka kembali.

Selain itu kesiapan seluruh rumah sakit untuk berjaga-jaga adanya lonjakan kasus karena pariwisata juga sudah bersiap-siap. (*) 

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved