Berita Bali

PLN UID Bali Siap Bangun 21 Unit SPKLU di Beberapa Wilayah

Untuk mengurangi polusi dan menghemat bahan bakar, pemerintah selalu berupaya mengembangkan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
MSB Strategi Pemasaran PLN UID Bali, Oscar Praditya didampingi Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya. - PLN UID Bali Siap Bangun 21 Unit SPKLU di Beberapa Wilayah 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Untuk mengurangi polusi dan menghemat bahan bakar, pemerintah selalu berupaya mengembangkan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.

Maka dari itu, PLN kini tengah mengembangkan program aplikasi Charge.IN di mana aplikasi tersebut berfungsi untuk mengecas atau mengisi daya mobil listrik.

Charge.IN merupakan aplikasi pertama di Indonesia dan sudah di launching pada 29 Januari 2021 lalu.

Selain itu, kedepannya untuk meningkatkan dan mendukung infrastruktur tersebut, PLN UID Bali akan membangun 15 lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tersebar di Bali yang terdiri dari 21 unit.

Baca juga: Verifikasi Akun PLN Mobile, Nikmati Kemudahan Urusan Listrik dari Genggaman

Rencananya, SPKLU diprediksi selesai pada Februari 2022 mendatang.

"SPKLU-SPKLU tersebut rencananya dipasang tersebar mulai dari Negara, Singaraja, Tabanan, Karangasem, dan untuk di daerah perkotaan Denpasar di wilayah Sesetan, Tanjung Bungkak, Sanur, dan lokasi lainnya yang merupakan titik lahan PLN,"kata MSB Strategi Pemasaran PLN UID Bali, Oscar Praditya didampingi Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, Kamis 30 September 2021.

Lebih lanjutnya ia menerangkan, dalam skenario lainnya, juga terdapat skenario dengan mekanisme kemitraan.

Di mana SPKLU tidak sepenuhnya dibangun oleh PLN, namun juga PLN membuka kesempatan bagi mitra untuk berinvestasi atau Provide, Private, Own and Operate (PPOO).

Rencananya, mitra-mitra yang ada di Bali tersebut, akan diajak berkolaborasi dan bisa mengembangkan serta memperbanyak infrastruktur dari SPKLU.

“Jadi PLN menyediakan jaringan listrik, sambungannya dan sebagainya, kemudian mitra ini ada tiga model. Yakni menyediakan lahan atau menyediakan unit SPKLU, menyediakan OM (operation maintenance) atau mitra bisa menyediakan SPKLU dan OM yang hanya bisa melalui PLN,” paparnya.

Selanjutnya, dalam mendukung KKT G20 yang akan dilaksanakan di ITDC tahun depan, pihak PLN juga akan mendukung dengan pengadaan SPKLU sejumlah 10 unit.

“Jadi untuk mendukung KTT G20 kami juga ingin agar acara tersebut serba go green. Karena Bali ini mewakili Indonesia untuk menunjukkan wajah baru yang sudah mendukung EV (electrified vehicle),” katanya.

Disamping itu, pihak swasta juga telah ada yang membangun SPKLU.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved