Tips Kesehatan

Karang Gigi Bikin Bau Mulut? Simak Gejala, Faktor Resiko dan Pencegahannya Berikut

Lapisan lengket ini terbentuk pada gigi ketika bakteri di mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan manis atau bertepung.

Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Drg. Tri Wahyu Fajarwati saat membersihkan karang gigi pada salah satu pasien di tempat praktek nya pada, Senin (16/11/2020). 

Selain itu, bau mulut yang diakibatkan adanya penumpukan bakteri dan gusi yang bengkak, kemerahan, dan berdarah setelah sikat gigi mungkin menjadi gejala dari karang gigi.

Penyebab Melansir Healthline, penyebab utama dari karang gigi adalah menempelnya plak dalam waktu yang lebih lama dari seharusnya.

Plak terbentuk ketika bakteri di mulut bercampur dengan makanan manis atau bertepung, seperti jus, susu, roti, pasta, dan buah.

Bakteri ini kemudian melepaskan asam yang memecah karbohidrat dalam makanan dan minuman.

Jika tidak segera dibersihkan dengan sikat gigi maka kombinasi bakteri, asam, dan karbohidrat ini akan bercampur menjadi lapisan lengket dan tidak berwarna yang disebut plak.

Plak yang dibiarkan menumpuk akan bergabung dengan mineral dalam air liur yang kemudian berubah menjadi karang gigi atau kalkulus.

Faktor risiko

  • Terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya karang gigi, yaitu:
  • Perokok aktif
  • Sering mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi dan tepung, seperti permen, cokelat, atau kue
  • Sering mengonsumsi minuman bersoda dan berkafein
  • Tidak membersihkan gigi secara rutin

Baca juga: Pentingnya Membersihkan Karang Gigi, Antisipasi Kerusakan Jaringan Gusi hingga Cegah Bau Mulut

Diagnosis Mengutip Cleveland Clinic, karang gigi dapat didiagnosis ketika melakukan pemeriksaan gigi rutin dengan menggunakan cermin kecil selama pemeriksaan mulut.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan rontgen gigi untuk memeriksa kondisi gigi dan mengetahui apakah terdapat pengeroposan gigi atau gigi berlubang.

Perawatan

Untuk menghilangkan karang gigi diperlukan bantuan dokter gigi atau ahli kesehatan gigi.

Proses menghilangkan karang gigi disebut scaling gigi.

Scaling gigi adalah prosedur non-operasi yang dilakukan untuk membersihkan dan menghilangkan plak dan karang (tartar) pada gigi.

Alat pengikis atau scaler dengan gelombang ultrasonik dapat mengikis dan menghilangkan karang gigi, baik di atas maupun di bawah garis gusi.

Tindakan ini diikuti dengan root planing yang dilakukan untuk menghaluskan permukaan akar gigi sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Baca juga: 5 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Anda Hindari Setelah Melakukan Pembersihan Karang Gigi

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved