Tips Kesehatan
Karang Gigi Bikin Bau Mulut? Simak Gejala, Faktor Resiko dan Pencegahannya Berikut
Lapisan lengket ini terbentuk pada gigi ketika bakteri di mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan manis atau bertepung.
TRIBUN-BALI.COM - Hampir setiap orang memiliki plak gigi.
Plak adalah lapisan lengket bakteri yang terus-menerus terbentuk pada gigi.
Lapisan lengket ini terbentuk pada gigi ketika bakteri di mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan manis atau bertepung.
Plak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi dan flossing.
Namun, jika plak tidak segera dihilangkan maka akan mengeras dan menyebabkan karang gigi.
Karang gigi, atau dalam dunia medis disebut kalkulus, merupakan kumpulan plak gigi yang menumpuk dalam waktu lama dan mengeras.
Baca juga: Termasuk Bau Mulut, Ini 4 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Karena Karang Gigi Menumpuk
Karang gigi dapat terbentuk di bawah maupun di atas garis gusi dan dapat mengiritasi jaringan gusi.
Hal ini dikarenakan karang gigi pada gigi memberikan plak area permukaan yang lebih banyak untuk tumbuh.
Karang gigi melapisi bagian luar gigi tetapi juga dapat berada di bawah garis gusi.
Karang gigi yang berada di bawah garis gusi cenderung menyulitkan saat membersihkan gigi.
Karang gigi yang menyebar di bawah garis gusi dapat menyebabkan penyakit periodontal, yaitu gingivitis yang ditandai dengan gejala pembengkakan dan kemerahan pada gusi.
Pada kasus yang parah, dapat menyebabkan periodontitis atau infeksi gusi yang memicu gigi goyang, bahkan gigi lepas.
Gejala
Karang gigi yang berada di atas garis gusi cukup mudah disadari.
Gejala yang paling umum dari karang gigi adalah warna kuning kecokelatan pada gigi atau gusi, disertai tekstur kasar.
Baca juga: Karang Gigi Menumpuk, Biar Tidak Tambah Parah ini Yang Bisa Anda Lakukan