Breaking News:

Berita Bali

Bali Siapkan 35 Hotel Untuk Karantina Wisatawan Mancanegara Selama 8 Hari

Menurut dia, hotel yang digunakan untuk karantina wisman tidak boleh dicampur dengan wisatawan domestik.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat ditemui, Senin 20 April 2020. Dia mengatakan 35 hotel di Bali siap digunakan untuk karantina wisman. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya menyebut 35 hotel di Bali sudah siap digunakan untuk karantina wisatawan mancanegara (wisman) selama delapan hari.

"Sejumlah 35 hotel itu baru tahap pertama yang disiapkan, menyusul lagi 62 hotel. Jadi, jumlah hotel bertahap, tahap pertama 35, tahap kedua lagi 62 hotel yang nanti akan verifikasi segera, tergantung kebutuhan. Bali intinya sangat siap untuk hotel karantina, bahkan banyak hotel yang berlomba-lomba untuk jadi hotel karantina," kata Suryawijaya, Rabu 6 Oktober 2021.

Baca juga: Pariwisata Internasional Dibuka 14 Oktober 2021, Koster: Masa Karantina Wisman Belum Bisa Dikurangi

Baca juga: Karantina Wisman Cukup 2 Hari, Usul Dispar Badung Jika Pintu Internasional Jadi Dibuka

Menurut dia, hotel yang digunakan untuk karantina wisman tidak boleh dicampur dengan wisatawan domestik. Disamping itu tidak bisa boleh menerima tamu di luar mereka yang menjalani karantina.

Sejumlah wisatawan mancanegara menggunakan masker saat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung, Jumat (31/1/2020). Sebelumnya, WHO telah menetapkan status darurat terhadap virus Corona.
Sejumlah wisatawan mancanegara menggunakan masker saat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung, Jumat (31/1/2020).  (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Karena jika terjadi sesuatu dikhawatirkan akan sulit dimonitor. "Dan, meraka juga harus mengeluarkan paket untuk karantina, entah 8 hari, tapi kita harapkan sesingkat mungkin 3 hari, maksimal 5 harilah. Jangan terlalu lama." katanya.

"Karena (kalau) terlalu lama, waktu mereka (wisman) habis di hotel saja, jadi animo tamu untuk datang akan berkurang. Kita bersaing dengan negara lain seperti Turki, Dubai UEA. Mereka bahkah tidak karantina," kata Suryawijaya.

Dia mengatakan, ketika tiba di Turki atau Dubai, wisman bisa langsung berwisata jika hasil tes PRC mereka negatif.

Mengenai fasilitas hotel di Bali untuk karantina wisman, kata dia, mulai dari kelas bintang 3 sampai bintang 5.

"Ada bintang 4 dan bintang 5. Bintang 3 pun tidak ada masalah, kan ada pilihan dari tamu tamu. Tidak boleh monopoli ini bisnis. Kalau fokus di beberapa hotel kan ada kecemburuan sosial, jangan sampai terjadi itu. Jadi sepanjang dia memenuhi persyaratan tak masalah, disamping pilihan tamu sendiri," ujarnya.

Suryawijaya mengatakan, pembukaan penerbangan internasional ke Bali memang sudah lama dinantikan pelaku pariwisata.

Tingkat kunjungan wisatawan ke Bali bakal meningkat sekaligus menggairahkan perekonomian daerah ini.

"Kita lihat sendiri kekuatan (wisawatan) domestik sampai saat ini kan masih 6 ribu, karena masih ada pembatasan misalnya umur 12 tahun ke bawah tidak diberikan izin perjalanan. Nanti kalau sudah dibuka semuanya mungkin bisa melonjak lagi. Sebelum PPKM itu mencapai 9 sampai 10 ribu, bahkan dalam situasi normal bisa mencapai 20 ribu per hari, wisman bisa mencapai 15 ribu per hari," demikian Suryawijaya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved