Breaking News:

Berita Denpasar

Peserta Pelebon di Griya Gede Keniten Sanur, Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Serangkaian dengan palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten, pada Rabu, 6 Oktober 2021 digelar prosesi manah toya ning

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Krama mengikuti prosesi manah toyah ning dalam serangkaian palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten menuju pura Belatri,matahari terbit, Denpasar, Rabu, 6 Oktober 2021. 

“Memang dari awal kami merencanakan prosesi ini dengan melibatkan semua lembaga mulai dari Satgas Covid-19 Kota Denpasar, Polresta, Danramil, sampai dengan satgas desa. Kami sendiri sangat mengurangi jumlah peserta yang hadir karena masih dalam suasana pandemi,” katanya.

Ia menambahkan, sebenarnya upacara ini sudah digelar pada 15 Agustus 2021 lalu.

Namun dikarenakan masih dalam suasana PPKM darurat, maka pelaksanaan palebon diundur menjadi tanggal 8 Oktober.

“Di tempat ini karena griyanya besar, maka tempatnya bisa terpisah-pisah. Setiap yang masuk wajib cuci tangan, cek suhu, pakai masker, dan juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jadi secara prokes, kebetulan kami orang hotel dan satgas di pariwisata, wajib melakukan itu,” katanya.

Baca juga: TERKINI - Syarat Perjalanan Udara PPKM 5-18 Oktober, Tak Pakai PeduliLindungi untuk Kelompok ini

Baca juga: Pengelola DTW Agar Lapor Pengunjung Bertanda Merah dan Hitam pada Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Makan di Restoran Wajib Screening PeduliLindungi, Sudah Punya Aplikasinya? Begini Cara Menggunakan

Selain itu, sebelum melakukan prosesi yang melibatkan banyak orang juga melakukan swab antigen.

“Saat ngalelet kami lakukan swab antigen, hari ini juga, dan tanggal 8 juga swab antigen. Kami dibantu dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar untuk swab antigen ini,” katanya.

Sementara untuk esok, 7 Oktober 2021 digelar prosesi saji tarpana kepada Ida Pedanda serta sembahyang bersama yang dilakukan keluarga griya.

Ida Pedanda Nabe Gede Dwija tutup usia pada usia 87 tahun, di Griya Gede Keniten.

Ida lebar pada Minggu, 28 Maret 2021 dan bertepatan dengan Purnama Kadasa pukul 16.00 WITA.

Ida Pedanda Nabe meninggalkan seorang istri yakni Ida Pedanda Istri Agung Patni Ngenjung.

Juga empat orang putra, yakni Ida Bagus Ngurah Agung Kumbayana, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, dan Ida Bagus Agung Awatara Putra.

Dari ke empat putra, Ida Pedanda Nabe Gede Dwija memiliki 15 orang cucu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved