Tips Kesehatan
Benarkah Penggunaan Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara? Ini Faktanya
Semua perempuan beresiko terkena kanker payudara. Dengan menyadari lebih awal, kita dapat melindungi diri kita dan orang-orang yang kita sayang.
Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM – Banyak orang masih belum menyadari bahaya kanker payudara.
Sebagian besar orang juga masih percaya mitos-mitos seputar kanker payudara.
Dalam rangka bulan kesadaran kanker payudara, mari lebih banyak lagi menggali informasi mengenai penyakit ini.
Dengan menyadari lebih awal, kita bisa melindungi diri kita dan orang-orang yang kita sayangi.
Dilansir dari Mission Regional Medical Center, berikut adalah mitos-mitos seputar kanker payudara dan kebenaran di baliknya.
Baca juga: 10 Penyebab Kanker Payudara, Mulai dari Obesitas Hingga Faktor Keturunan
1. Mitos: Perempuan yang tidak memiliki riwayat keturunan kanker payudara tidak beresiko terkena kanker payudara
Mayoritas perempuan yang didiagnosa kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit ini.
Diskusikanlah resiko kanker payudara dengan dokter dan rutin melakukan pemeriksaan.
Resiko terbesar kanker payudara adalah pada perempuan dan semakin bertambahnya usia.
2. Mitos:Kanker payudara hanya mengancam perempuan usia muda
Semua perempuan beresiko terkena kanker payudara.
Meski begitu, 95 persen kasus kanker payudara terjadi di usia 40 tahun ke atas.
Lebih dari tiga perempatnya terjadi di usia 50 tahun ke atas.
Baca juga: 10 Penyebab Kanker Payudara, dan Ini Cara Mencegahnya
3. Mitos: Deodoran dan kawat bra menyebabkan kanker payudara
Tidak ada bukti ilmiah ataupun riset yang membuktikan penggunaan deodoran dan bra berkawat dengan resiko kanker payudara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kanker-payudara.jpg)