Tips Kesehatan
Benarkah Penggunaan Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara? Ini Faktanya
Semua perempuan beresiko terkena kanker payudara. Dengan menyadari lebih awal, kita dapat melindungi diri kita dan orang-orang yang kita sayang.
Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
4. Mitos: Kanker payudara menyebabkan kematian pada perempuan lebih banyak dari penyakit lainnya
Lebih banyak perempuan yang meninggal karena penyakit jantung dan kanker paru-paru.
Meski begitu, kanker payudara tetaplah masalah yang serius.
Rata-rata kematian akibat kanker payudara mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk di Indonesia.
Deteksi dini kanker payudara dapat mencegah resiko kematian akibat kanker payudara.
Baca juga: Benarkah Minum 8 Gelas Air Putih Setiap Hari Baik Untuk Kesehatan Ginjal?
5. Mitos: Mammogram tidak aman dan menyakitkan
Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar-X dosis rendah.
Dengan teknologi modern masa kini, mammogram dilakukan dengan level radiasi yang rendah dan tidak berbahaya.
Peralatan Mammografi modern dirancang untuk meminimalisir ketidaknyamanan.
Payudara akan terasa lebih lunak saat sebelum dan sesudah menstruasi, perempuan biasanya menjadwalkan mammografi di waktu lainnya.
6. Mitos: Hanya perempuan yang beresiko terkena kanker payudara
Kanker payudara umumnya terjadi pada perempuan namun laki-laki bisa beresiko.
Banyak orang tidak menyadari kalau laki-laki memiliki jaringan payudara.
Hal tersebut memungkinkan laki-laki terkena kanker payudara.
Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan 7 Oktober 2021, Libra Perlu Bermeditasi, Sagitarius Berpikir Positif
7. Mitos: Implan silicon memperbesar resiko kanker payudara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kanker-payudara.jpg)