Breaking News:

Berita Bali

Deteksi Dini Ormas yang Mengarah pada Premanisme & Narkoba, Polda Bali Bentuk Forum Sipandu Beradat

"Adanya sinergitas dari Polda Bali dan seluruh stakeholder dalam sistem ini, akan mampu mengantisipasi dan menyelesaikan segala jenis gangguan

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Polda Bali
Dalam menjaga situasi keamanan Bali tetap aman dan nyaman, Polda Bali bersinergi dengan berbagai pihak dan membentuk Forum Sipandu Beradat. Terlihat Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat memimpin kegiatan di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan pada Kamis 7 Oktober 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam menjaga situasi keamanan Bali tetap aman dan nyaman, Polda Bali bersinergi dengan berbagai pihak dan membentuk Forum Sipandu Beradat.

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat memimpin kegiatan di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan pada Kamis 7 Oktober 2021 menyebut Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) merupakan sistem pengamanan yang mengintegrasikan semua komponen keamanan yang ada di Desa Adat.

Diantara komponen keamanan tersebut meliputi Pecalang, Linmas, Satpam, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

"Adanya sinergitas dari Polda Bali dan seluruh stakeholder dalam sistem ini, akan mampu mengantisipasi dan menyelesaikan segala jenis gangguan keamanan di Desa Adat masing-masing," ujar Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kamis 7 Oktober 2021.

Baca juga: Wakil Ketua KPK Alexander Marwata Kunjungan Kerja ke Polda Bali, Hal Ini yang Dibahas

Dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana dan sejumlah pejabat lainnya.

Kapolda Bali mengatakan sistem ini dibuat setelah maraknya aksi premanisme dan peredaran narkotika yang pernah menjadi perhatian masyarakat Bali.

Sehingga dalam hal ini, Polda Bali menjadikan Sipandu Beradat sebagai alat deteksi dini potensi timbulnya kembali ormas yang mengarah aksi premanisme ataupun narkotika.

“Saya yakin, Bali lebih tenang tanpa organisasi masyarakat yang mempertunjukkan tindakan-tindakan kekerasan yang dapat mencoreng nilai-nilai dan keajegan budaya Bali," terangnya.

Bahkan, Bali yang dikenal sebagai daerah favorit tujuan para pelancong atau pariwisata baik nasional maupun internasional bisa berpotensi memunculkan berbagai dampak di lapisan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved