Breaking News:

Berita Badung

Menteri Nadiem Harapkan Seluruh Sekolah di Bali untuk Segera Melakukan PTM Terbatas

Secara nasional persentase sekolah di Indonesia yang telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) baru mencapai sekitar 50 persen.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Zaenal Nur Arifin
Suasana pertemuan dan diskusi Mendikbudristek dengan sejumlah kepala sekolah yang ada di Bali, Kamis 7 Oktober 2021 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Secara nasional persentase sekolah di Indonesia yang telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) baru mencapai sekitar 50 persen.

"Saat ini data terakhir yang saya ada itu sekitar 45 sampai 50 persen kalau tidak salah sekolah yang telah melaksanakan PTM. Itu bukan angka yang baik, kita masih ada angka 50 persen lagi yang belum melaksanakan PTM terbatas," ujar Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Kamis 7 Oktober 2021 di Politeknik Negeri Bali.

Ia menambahkan angka tersisa yang belum melaksanakan PTM adalah angka yang harus dikejar bersama dan kita harus berani menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mendorongnya.

Melihat evaluasi PPKM semuanya sudah di level 2 dan level 3 sehingga sekolah sudah boleh menggelar PTM terbatas.

Menteri Nadiem menyampaikan sebelum ke Politeknik Negeri Bali dirinya meninjau PTM terbatas di SMPN 1 Kuta Selata dan disana dirinya melihat langsung bagaimana penerapan protokol kesehatan dan mengevaluasinya serta melihat proses ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer).

Mendikbudristek Nadiem pun berharap kepada pemerintah provinsi Bali agar semua sekolah dapat segera melaksanakan PTM terbatas.

"Saya ingin sekali melihat adanya akselerasi bahwa tatap muka terbatas ini terjadi sangat cepat. Saya baru saja dari NTB dimana hampir 100 persen dari semua sekolahnya sudah melaksanakan tatap muka terbatas dan itu belum terjadi di Bali. Dan muka-muka mereka terlihat sangat cerah pak Wagub," imbuh Mendikbudristek Nadiem Makarim.

"Harapannya jadi Bali karena sudah berhasil mengademkan dan menahan landa virus dan juga dengan vaksinasi yang luar biasa itu suatu pencapaian yang luar biasa dan bukan sesuatu yang mudah. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan proses pelaksanaan PTM terbatas ini terakselerasi di Bali karena kasihan sekali terutama anak-anak SD kita, anak-anak PAUD yang selama ini mengalami begitu banyak ketinggalan dalam pembelajaran saya tidak menginginkan itu berdampak permanen. Saya ingin hal itu (PTM terbatas, red) di Bali menjadi urgensi dari semua instansi pemerintahan," sambungnya.

Ia juga berharap kedepan Bali akan mencapai kebangkitan baru menjadi pusat turisme global dan menjadi lebih besar lagi dari sebelumnya, dan juga murid-murid Politeknik dan SMK-SMK di seluruh Bali pun bisa menjadi bagian daripada masa depan pulau dewata.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan di dunia pendidikan dan pemerintahan di Bali perlu juga ada keharmonisan dalam rangka bagaimana menyiapkan Sumber Daya Manusia dan pemerintahan kita sekarang (Bali) bagaimana ketergantungan terhadap pariwisata sangat tinggi.

Baca juga: Daftar 35 Hotel Karantina Bagi WNA yang Berkunjung ke Bali, Berada di 3 Lokasi Ini

Baca juga: PTM di Denpasar Masih Dalam Pantauan, Walikota: Kita Sangat Hati-hati Dalam Penerapannya

Baca juga: Daftar Biaya Administrasi Tabungan di 4 Bank Himbara, Dari BNI, BRI, Mandiri Hingga BTN

"Pemerintah sekarang mendapatkan pembelajaran penting yang mana ketergantungan kita, Bali terhadap pariwisata yang sangat tinggi kita sadari PDRG (Produk Domestik Regional Bruto) itu 53 persen dari pariwisata. Namun demikian kita harus melihat sektor-sektor lain seperti pertanian," kata Wagub Bali Cok Ace.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved