Berita Buleleng

Meski Sudah PPKM Level 3, Pendapatan Asli Daerah Buleleng Belum Juga Meningkat

Hal ini terlihat dari capaian target  pajak daerah hingga Rabu (6/10/2021). Dari 10 sektor pajak yang ada, baru satu yang sudah mencapai target

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Meski level PPKM di Buleleng telah turun ke level 3 dan Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng telah memberikan relaksasi secara terbatas pada kegiatan masyarakat, hal ini nyatanya belum dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Hal ini terlihat dari capaian target  pajak daerah hingga Rabu (6/10/2021). Dari 10 sektor pajak yang ada, baru satu yang sudah mencapai target.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah ( BPKPD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada ditemui Kamis (7/10/2021) mengatakan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan IV di sektor pajak hotel hingga saat ini baru mencapai 29.46 persen atau Rp 5.5 Miliar dari target Rp 19 Miliar.

Sementara sektor Restoran baru mencapai 45.98 persen, atau sebesar Rp 6.4 Miliar dari target Rp 14 Miliar.

Baca juga: Pemkab Buleleng Akan Konsultasi ke BKN Terkait Pemecatan 8 Pejabat Dinas Pariwisata

Lalu, sektor hiburan baru mencapai 27.97 persen, atau sebesar Rp 267 juta, dari target Rp 965 juta.

Selanjutnya pajak reklame baru mencapai 87.22 persen, atau sebesar Rp 1.7 Miliar dari target Rp 2 Miliar.

PPJ mencapai 59.86 persen atau sebesar Rp 28 Miliar dari target Rp 48 Miliar.

Parkir baru mencapai 27.62 persen atau Rp 10 juta dari target Rp 37 juta.

Air tanah baru mencapai 77.75 persen, atau sebesar Rp 1.052 Miliar dari target Rp 1.3 Miliar.

MBLB sudah mencapai 152.82 persen atau sebesar Rp 58 juta dari target Rp 38 juta.

PBB P2 mencapai 77.54 persen atau mencapai Rp 19 Miliar dari target Rp 25 Miliar.

BPHTB sudah mencapai 98.33 persen atau sebesar Rp 34 Miliar dari target Rp 35 Miliar.

Khusus untuk PAD dari sektor pajak Hotel, Restoran Hiburan diakui Sugiartha cukup berat untuk mencapai target hingga Desember mendatang.

Kendati pemerintah digadang-gadang akan membuka penerbangan internasional mulai Kamis (14/4/2021) mendatang. Mengingat capaiannya saat ini masih di bawah 50 persen.

Baca juga: Kasus Korupsi Explore Buleleng & Bimtek CHSE, Bupati Buleleng Segera Pecat 8 Pejabat

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved