Breaking News:

Berita Bali

Perkara Dugaan Memasukkan Keterangan Palsu, Hakim Perintahkan Zainal Tayeb Sidang di Kejari Badung

Sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kembali mengagendakan pemeriksaan keterangan saksi

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Hakim Ketua Wayan Yasa saat melontarkan pertanyaan kepada para saksi dalam sidang yang digelar secara daring di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang lanjutan perkara dugaan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dengan terdakwa Zainal Tayeb kembali bergulir, Kamis, 7 Oktober 2021.

Sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kembali mengagendakan pemeriksaan keterangan saksi.

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan enam saksi.

Keenam saksi itu adalah karyawan PT Mirah Bali Konstruksi, I Wayan Artika, dua PNS BPN Badung, Ketut Sutresna dan IGN Made Sudiatmika, I Made Sukarma selaku staf notaris, Notaris BF Harry Prastawa, serta Yuri Pranatomo.

Baca juga: Zaenal Tayeb Kembali Ditetapkan Tersangka, Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan Tanah di Nusa Dua

Sedangkan saksi korban Hedar Giacomo Boy Sam baru akan diperiksa keterangan pada Selasa mendatang.

Dari enam saksi tersebut, hanya lima saksi yang diperiksa, sementara Yuri yang sedianya diperiksa terakhir ditunda pemeriksaannya Selasa depan.

"Saksi Yuri diperiksa Selasa karena di luar jangkauan PN Denpasar, tidak sah kalau diperiksa," ujar hakim Wayan Yasa.

Pada intinya, kelima saksi memberikan keterangan hampir sama dengan saksi yang diperiksa pada sidang sebelumnya.

Saksi Artika mengaku hanya tahu ada perkara selisih luas tanah berdasarkan hitungan di delapan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah di Cemagi atas nama Zainal Tayeb semua.

Ia mengatakan tidak pernah mengecek di lapangan maupun menghitung berdasarkan blok plan proyek.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved