AC Milan
Sosok Theo Hernandez, Bek AC Milan yang Jadi Penentu Kemenangan Prancis Atas Belgia, Ini Kiprahnya
Situasi babak pertama Semifinal UEFA Nations League membuat Prancis dalam kondisi tertinggal oleh dua gol dari Belgia, Kamis 8 Oktober 2021.
TRIBUN-BALI.COM – Situasi babak pertama Semifinal UEFA Nations League membuat Prancis dalam kondisi tertinggal oleh dua gol dari Belgia, Kamis 8 Oktober 2021.
Namun Les Blues, julukan Timnas Prancis, akhirnya bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Karim Benzema dan Antoine Griezmann.
Sesaat memasuki masa menit akhir pertandingan dan kedua tim bakal menyiapkan strategi babak perpanjangan waktu, skenario justru berubah.
Diawali via serangan lewat sisi pertahanan Belgia, asis matang yang dikirimkan Benjamin Pavard kemudian salah diantisipasi oleh Toby Alderweirld.
Bola yang jatuh di kaki Theo Hernandez yang sudah berada di area kotak penalti Belgia, langsung dieksekusinya melalui sepakan keras dan berhasil merobek jala gawang kiper Thibaut Courtois dan membawa Prancis menang 2-3.
Gol penentu kemenangan itu sangat ciamik, keras dan terukur, namun beda cerita bagi fans AC Milan bahwa gol Theo Hernandez kerap dilakukannya bagi Rossoneri.

Baca juga: Update Hasil Belgia vs Prancis, Gol Bek Milik AC Milan Theo Hernandez Bawa Les Blues ke Final
Baca juga: Timnas Italia Tumbang di San Siro, Mancini Murka & Kritik Suporter AC Milan Soal Perlakuan ke Gigio
Pemain kelahiran Marsille, Prancis ini memang sudah menjadi rebutan tiga tim utama, Barcelona, Real Madrid dan Atletico Madrid.
Theo Hernandez merupakan jebolan akademi Atletico Madrid, namun sempat diragukan di awal bergabung dari Atletico Madrid B.
Dalam kamp pelatihan Atletico Madrid yang terkenal karena menuntut ketahanan fisik prima, Theo Hernandez gagal menunjukkan performa apik.
Oscar Ortega, adalah pelatih fisik Atletico Madrid yang terkenal sangat gila dalam program latihan perdana.
Dan di minggu pertama, latihan fisik harus diterima oleh semua pemain Atletico Madrid, dan Diogo Jota salah satu diantaranya.
Diogo Jota masih diberikan kesempatan, tetapi beberapa pemain lain termasuk Theo Hernandez, Olivier Torres, Javier Manquillo dan Guilherme Siquera dilepas oleh klub.
Theo Hernandez kemudian dipinjamkan ke Deportivo Alaves pada 2016.
Hasilnya? Bermain selama 30 kali, Theo Hernandez mengemas empat gol dan satu asis bersama Alaves.
Yang terjadi, Real Madrid dan Barcelona mulai mengendus bakatnya, bahkan menyiapkan penawaran untuk memboyongnya hengkang dari Atletico Madrid.
Diego Simeone justru sebaliknya, ia merasa Theo Hernandez akan sulit beradaptasi dengan skemanya saga kemudian muncul.
Barcelona saat itu sedang mencari bek kiri untuk menjadi deputi dan pengganti Jordi Alba yang mulai dimakan usia.
Sang agen, Manuel García Quilón, bahkan mengungkapkan pernyataan kontroversial kepada Barcelona.
"Jordi Alba? ia (Theo Hernandez) lebih baik,"

Baca juga: 8 Fakta Tersingkirnya Italia dari Spanyol di San Siro, Ferran Torres cs ke Final UEFA Nations League
Baca juga: Donnarumma Jadi Sasaran Ejekan Ultras AC Milan, Mancini Berang dan Tegaskan Italia Adalah Segalanya
Barcelona bernegosiasi dengan sang agen, tetapi Theo Hernandez berulang kali mengungkapkan hasratnya untuk bergabung ke Real Madrid.
Setelah 'like' di beberapa postingan Instagram Real Madrid, akhirnya Theo Hernandez resmi berseragam Real Madrid dengan mahar 24 Juta Euro.
Namun, kembali ia kesulitan bersaing di Real Madrid, cidera dan ketatnya persaingan membuatnya hanya mampu memperkuat Real Madrid sebanyak 23 kali di semua ajang.
Theo Hernandez kemudian dipinjamkan ke Real Sociedad semusim setelahnya, penampilannya membaik dengan mengemas 24 laga, 1 gol dan 2 asis.
Di Real Sociedad, Ricky Massara menonton Theo Hernandez, langsung terpikat dengan kemampuannya dalam menyerang dan membangun serangan.
Real Madrid langsung memasang harga sebesar 21 Juta Euro, yang sejatinya merupakan pernyataan bahwa Theo tidak dijual.
Namun, Maldini yang paham bagaimana pemain belakang seperti Theo bisa berkembang di Milan, langsung mengiyakan tawaran Real Madrid.
Sang legenda bahkan langsung bertemu dengan Theo untuk mengajaknya bergabung ke AC Milan saat itu.
Dan kini pemain berusia 24 tahun ini adalah tulang punggung dari AC Milan sejak dua musim lalu.
Sejauh ini, ia mencatatkan 81 penampilan, dan mengemas 15 gol bersama Rossonerri.
Memuji penampilan ofensifnya adalah hal biasa, namun, kemampuan defensif dari Theo Hernandez tidak bisa dilupakan.
Betul, Theo Hernandez mengemas 1,4 tendangan per laga, dan akurasi umpan sebesar 82 persen atau melakukan 2,3 dribble sukses per laga, tapi Stefano Pioli adalah sosok yang membangun tim dari belakang.
Theo Hernandez adalah fullback terbaik, ia menekan pemain cukup tinggi dan nyaris tidak pernah tertinggal ketika kehilangan bola.
Kecepatan larinya adalah keuntungan bagi Milan, Theo bisa menghentikan transisi lawan dalam menyerang.
Ia juga kuat dalam duel satu lawan satu atau memotong bola di daerah pertahanan ketika dalam kondisi tertekan.
Yang masih menjadi masalah adalah kemampuan dari Theo Hernandez dalam melakukan tackle, ia kerap membuat pelanggaran sebanyak 1,2 pelanggaran per laga di musim lalu.
Dengan gol debutnya bersama Prancis di UEFA Nations League, tentu akan sangat menarik melihat bagaimana performa apiknya akan berpengaruh untuk AC Milan musim ini.
(Tribunnews.com/Gigih)
Simak kabar AC Milan lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Performa Theo Hernandez di AC Milan & Timnas Prancis, Dibuang Real Madrid, Peran Maldini