Breaking News:

Berita Bali

Universitas Udayana Lakukan Pengukuhan 14 Guru Besar

Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, MEng. IPU mengatakan pengukuhan ini merupakan pengukuhan kedua selama satu tahun ini.

ist
pengukuhan guru besar di Universitas Udayana pada, Sabtu (9 Oktober 2021). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hari ini, Sabtu (9 Oktober 2021) Universitas Udayana mengukuhkan kembali 14 guru besar.

Rektor Universitas Udayana yakni, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, MEng. IPU mengatakan pengukuhan ini merupakan pengukuhan kedua selama satu tahun ini.

"Dengan demikian ini adalah pengukuhan kedua pada tahun ini. Sebelumnya kita mengukuhkan 7 orang guru besar. Dengan pengukuhan 14 guru besar pada tahun ini yang kita lakukan secara hybrid dimana para pimpinan datang dititik utama, kemudian yang dikukuhkan kita harapkan hadir di lokasi sedangkan sisanya beberapa pimpinan mengikuti dari kediaman masing-masing atau secara virtual," ungkapnya. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, jumlah guru besar saat ini yang ada di Universitas Udayana sebanyak 172 orang atau mendekati 11 persen dari jumlah dosen yang ada di Unud.

Ia mengatakan jumlah tersebut sudah sangat bagus karena Kementrian menyarankan agar jumlah guru besar paling tidak mendekati angka 10 persen dari jumlah dosen. 

Baca juga: Universitas Udayana Adakan Dies Natalis Ke-59, Diisi Dengan Acara Kekeluargaan Hingga Udayana Awards

Baca juga: Prof. Antara Akan Berdayakan Universitas Udayana, Rombak Aset hingga UKT untuk Masyarakat

Baca juga: 13 Guru Besar Baru Universitas Udayana Siap Dikukuhkan, Rektor: Sekarang Kami Panen Raya

"Kita sangat bersyukur dengan dikukuhkan 14 orang guru besar sekarang jumlah guru besar di Universitas Udayana ada 172 orang atau sudah mendekati 11 persen dari jumlah dosen yang ada di Unud itu sangat bagus karena sistemnya minimal diharapkan oleh kementerian 10 persen dosen menjadi guru besar. Dan kita sudah mencapai itu. Kita akan selalu mengawal melakukan hal-hal yang perlu dilakukan sehingga pertumbuhan guru besar selalu lebih tinggi dari pertumbuhan angka guru besar yang purna tugas. Sehingga persentase bisa ditingkatkan," tambahnya. 

Dengan adanya jumlah guru besar yang semakin banyak maka akan banyak tantangan.

Dan Prof. Antara juga mengatakan akan semakin memperbaiki sistem pendidikan untuk srata selanjutnya setelah S1 karena keberadaan profesor guru besar sebenarnya bukan peruntukan pada proses tridarma di srata 1. 

"Jadi di srata 1 nantinya kita peruntukan untuk master dan doktor itu sudah cukup. Maka dari itu kita perbaiki sistemnya. Sehingga pendidikan S2, S3, Profesi dan Spesialis menjadi perhatian kita kedepan," terangnya. 

Kemudian yang paling penting dengan banyaknya guru besar yang ada di Universitas Udayana dampaknya nanti diharapkan bisa dirasakan oleh masyarakat.

Dimana nanti tri darma ini bisa dilakukan pada masyarakat agar lebih baik lagi agar bisa dirasakan oleh masyarakat baik dalam bentuk pendidikan ataupun penelitian.

"Untuk total dosen kurang lebih berjumlah 1.600 di Unud. Jadi persentase 11 persen. Itu sudah angka yang baik tugas kami menjaga pertumbuhan ini bagaimana langkah yang baik ini bisa selalu terjadi di Unud. Target kami dimana profesor bisa lebih muda usianya dari sebelum-sebelumnya. Sekarang kita arahkan kalau memang memenuhi syarat tidak masalah. Rata-rata saat ini usia profesor diatas 50 kita akan benahi segala sesuatu, dimana nantinya usia rata-rata profesor bisa dibawah 40 tahun. Untuk pelaksanaan tri darma lebih baik lagi," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved