Berita Gianyar
Dari Xpander hingga Fortuner Jadi Lapak Pedagang di Gianyar
Lapak-lapak pedagang yang menggunakan mobil-mobil sekelas Mitsubishi Xpander hingga Toyota Fortuner menjamur di Gianyar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pandemi Covid-19 telah memunculkan hal-hal yang tidak terduga sebelumnya.
Salah satunya adalah lapak-lapak pedagang yang menggunakan mobil-mobil sekelas Mitsubishi Xpander hingga Toyota Fortuner.
Hal tersebut terlihat di Jalan Raya Kota Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu 10 Oktober 2021.
Meskipun mereka berstatus sebagai pedagang liar.
Namun Satpol PP Gianyar hingga saat ini masih memberikan toleransi kepada pada pedagang ini, asalkan mereka tidak menganggu lalu lintas.
Baca juga: Alasan Kemanusiaan, Satpol PP Gianyar Tidak Tertibkan Pedagang Bermobil di Bahu Jalan
Pantauan di lapangan, para pedagang yang menggunakan mobil sebagai lapak, sebagian besar adalah pedagang tisu, masker dan jajanan.
Dimana terdapat tisu digantung di pintu bagasi belakang mobil.
Selain itu, mereka juga membawa banyak stok dagangan yang ditaruh di dalam mobil.
Namun mereka tidak hanya mengandalkan mobil sebagai lapak.
Melainkan para pedagang ini tetap membawa meja dengan kapasitas kecil.
Tiwi, merupakan satu di antaranya sejumlah pedagang bermobil yang mau diwawancarai.
Dimana dalam hal ini, ia menggunakan Xpander Ultimate dengan kondisi masih baru sebagai lapak jualannya.
"Saya jualan masker, tisu, jajanan," ujarnya.
Tiwi mengatakan, dirinya berjualan di kawasan Jalan Raya Kota Gianyar menggunakan mobil sejak pandemi Covid-19.
Buka dari pukul 07.00-15.00 Wita, ia biasanya menghasilkan Rp 100 ribu per hari.
Baca juga: Pedagang Bermobil Dilarang Saat Penerapan PKM Kota Denpasar, Anggota Dewan Bandingkan dengan Ini
"Sekarang sepi, biasanya dapat Rp 100 ribu," ujarnya.
Pantauan Tribun Bali, pedagang bermobil bukan hanya di lokasi ini saja.
Mereka juga terdapat di By Pass Dharma Giri Gianyar.
Hanya saja, jenis jualan mereka di sini sebagian besar adalah telur ayam.
Beberapa dari mereka juga ada yang menggantungkan masker dan tisu di bagasi belakang mobil.
Meskipun saat ini tengah ada proyek penataan taman pinggir jalan, para pedagang di By Pass Dharma Giri tersebut masih tetap bertahan di sana, meskipun harus 'berdesakan' dengan material proyek.
Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha mengatakan, saat ini pihaknya masih memberikan toleransi.
Sebab dia memaklumi, di masa pandemi sangat sulit mencari nafkah.
Para pedagang bermobil ini merupakan masyarakat terdampak Covid-19.
Baca juga: Anggota DPRD Denpasar Minta Pemkot Tak Larang Pedagang Bermobil Jualan di Pinggir Jalan
Karena itu, jika pihaknya tegas atau menyita barang dagangan mereka yang berjualan di By Pass Dharma Giri dan Jalan Raya Kota Gianyar, pihaknya takut nanti keluarga mereka tidak bisa makan.
Namun dalam hal ini, ia selalu menegaskan kepada para pedagang agar toleransi yang diberikan tidak disalah gunakan.
"Harus menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak menggangu lalu lintas," tandasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pedagang-bermobil-di-jalan-raya-kota-gianyar.jpg)