Breaking News:

Buleleng

123 Calon Perbekel di Buleleng Ikuti Pengundian Nomor Urut

Perbekel (Pilkel) tahun ini sudah mengikuti pengundian nomor urut. Pengundian dilaksanakan secara terbatas, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng Nyoman Agus Jaya Sumpena 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - 123 calon perbekel dari 40 desa yang mengikuti Pemilihan Perbekel (Pilkel) tahun ini sudah mengikuti pengundian nomor urut. Pengundian dilaksanakan secara terbatas, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng Nyoman Agus Jaya Sumpena dikonfirmasi Senin (11/10) mengatakan, pengundian dilakukan dua tahap.

Dimana, tahap pertama diikuti oleh 13 desa pada Minggu kemarin, sementara 27 desa lainnya dilaksanakan pada Senin.

Pengundian nomor urut ini hanya dihadiri oleh calon perbekel, serta disaksikan oleh Plt Perbekel, panitia, serta apara hukum di desa setempat.

Setelah pengundian nomor urut selesai dilaksanakan, maka para calon perbekel selanjutnya mengikuti tahap penandatanganan deklarasi damai, yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada Selasa (12/10) hingga Jumat (15/10).

Baca juga: UPDATE: Polisi Gali Keterangan Saksi Terkait Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Buleleng

Penandatanganan deklrasi damai ini salah satunya berjanji tidak akan melakukan politik uang. Jika ditemukan adanya politik uang, maka panitia pilkel akan memberikan surat teguran hingga diskualifikasi.

Jika ada masyarakat atau panitia yang menemukan politik uang, maka dapat dilaporkan ke Mapolsek atau Kejaksaan untuk diproses hukum.

Setelah penandatanganan deklarasi damai, tahap selanjunya kata Sumpena, para calon perbekel dapat melaksanakan kampanye yang dapat dilakukan mulai Sabtu (23/10) hingga Senin (25/10).

Sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri, kampanye hanya dapat dilaksanakan secara virtual.

Materi kampanye juga sudah diatur, dimana para calon hanya dapat membahas terkait penanganan Covid-19, serta penanggulangan dampak ekonomi dan sosial.

"Apabila saat kampanye, calon perbekel ingin bagi-bagi masker atau sembako juga boleh, karena itu juga untuk penanggulangan Covid.

Asalkan tidak menimbulkan kerumunan. Itu bukan termaksud suap juga, yang penting tidak ada kata-kata pilih saya," jelasnya.

Sementara disinggung terkait pencoblosan, akan dilaksanakan pada 31 Oktober.

Saat pencoblosan, Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng serta Kejaksaan telah ditunjuk untuk melakukan pengawasan.

"Sejauh ini belum ada desa yang kami nyatakan rawan terjadi konflik. Mudah-mudahan sih tidak ada. Kami sudah melakukan sosialisasi, agar pelaksanaan Pilkel serentak ini berlangsung secara damai," tutupnya. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved