Breaking News:

Berita Denpasar

Tinggalkan Sepatu Saat Mencuri di Denpasar, Nikson dan Seprianus Tak Berkutik Saat Diringkus Polisi

Bahkan salah satu pelaku yakni Nikson asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus diberikan hadiah timah panas yang bersarang di kaki bagian betis

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Nikson Mbura (28) dan Seprianus Lingu Bolu (22) tidak berkutik saat diamankan Satreskrim Polresta Denpasar setelah dilaporkan karena kasus pencurian dengan kekerasan (curas). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nikson Mbura (28) dan Seprianus Lingu Bolu (22) tidak berkutik saat diamankan Satreskrim Polresta Denpasar setelah dilaporkan karena kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Bahkan salah satu pelaku yakni Nikson asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus diberikan hadiah timah panas yang bersarang di kaki bagian betis kirinya.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikael Hutabarat dan Kasi Humas Iptu I Ketut Sukadi saat pers rilis di depan Polresta Denpasar mengatakan kedua pelaku melakukan aksi Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang menyasar sebuah kamar kos di Jalan Glogor Indah 1A, Gang Rama Candra, Nomor 18, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Baca juga: Sejumlah ABG di Denpasar Lakukan Aksi Curas, Jansen: Modusnya Jual Obat Kuat Melalui Aplikasi MiChat

"Berawal dari laporan korban, pada Minggu 3 Oktober 2021 sekitar pukul 03.30 wita, korban sudah tidak menemukan Hp Realme C2 beserta dompet berisi uang Rp 170.000 dan surat-surat berharga lainnya," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Senin 11 Oktober 2021.

Berdasarkan keterangan para pelaku kepada pihak kepolisian, Nikson yang membawa sepeda motor Yamaha Vixion dan membonceng Seprianus asal Sumba Barat, NTT melintasi seputaran Glogor Indah.

Para pelaku yang mencari target, lalu menemukan dan melihat ada jendela kamar kos yang terbuka, Nikson dan Seprianus kemudian menghampiri kos lalu membagi tugasnya.

Seprianus berperan membuka pintu kamar kos dari jendela dan mengawasi sekitar, sedangkan Nikson mengeksekusi alias masuk ke dalam untuk mencari barang milik korban.

Nikson saat masuk sempat membuka sepatu lalu masuk kos dan mengambil handphone yang tengah di-charge milik korban bernama Luh Eka Puspitawati (20).

Kemudian mengambil dompet korban dan laptop korban, namun laptop korban terlepas lalu terjatuh di meja korban hingga membuat perempuan asal Buleleng itu terbangun.

Kaget melihat pelaku, korban lalu berteriak akan tetapi Nikson lalu memukul sebanyak dua kali pada bagian telinga belakang dan mencekik serta membekap muka korban dengan bantal.

"Setelah kejadian itu, para pelaku kabur meninggalkan TKP sementara sepatu milik tersangka tertinggal di depan kamar kos korban," imbuhnya.

"Sedangkan korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Denpasar dan mengalami kerugian hingga Rp 2.600.00," lanjut Jansen.

Setelah menerima laporan korban, Team Resmob Satreskrim Polresta Denpasar kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mencari keterangan saksi.

Baca juga: Satreskrim Polresta Denpasar Ungkap 2 Kasus Curas, Satu Diantaranya Ada Tersangka di Bawah Umur

Hasilnya pada 8 Oktober 2021, petugas kepolisian berhasil mengendus keberadaan para pelaku yang diketahui berada di sekitar Jalan Palapa, Sidakarya, Denpasar Selatan.

Saat diamankan, satu pelaku yakni Nikskn sempat melawan sehingga petugas polisi memberikan tembakan terukur pada bagian betis kakinya.

"Setelah dilakukan pengembangan, diketahui para pelaku ini sudah beraksi di empat TKP berbeda," tambahnya.

Masing-masing TKP, Jansen menyebut di Jalan Glogor Indah, Jalan Taman Pancing dua kali dan Jalan Akasian, Denpasar, Bali.

"Dari semua TKP, pelaku mengambil handphone korbannya," terangnya.

Sementara itu, hasil pengungkapan ini petugas kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang bukti, seperti handphone dan dompet berisi surat-surat penting korban Luh Eka Puspitawati.

Ada juga sepasang sepatu kain milik pelaku Nikson yang tertinggal di TKP, sedangkan untuk sepeda motor Yamaha Vixion yang digunakan para pelaku masih dalam penyelidikan.

"Kasus ini, para pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun," pungkas Jansen.(*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved