Breaking News:

Sponsored Content

Bupati Dorong Koperasi di Buleleng Terapkan Digitalisasi

kondisi saat ini pelan-pelan diperbaiki. Pelatihan yang digelar Disdagperinkop UKM ini tentun ada hubungan dengan pasca pandemi nantinya

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana di sela-sela pemberian pelatihan teknis kepada Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagperinkop UKM) Buleleng di Hotel Puri Sharon, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bupati Putu Agus Suradnyana mendorong koperasi yang bergerak pada sektor riil di Kabupaten Buleleng, Bali untuk mengikuti era kekinian.

Salah satunya memasuki era revolusi 4.0 dengan menerapkan digitalisasi dalam segala bidang.

 “Pandemi memang sudah melandai. Namun, perekonomian sangat terguncang dengan pandemi ini.

Oleh karena itu, digitalisasi dalam segala bidang sangat perlu dilakukan khususnya oleh koperasi,” ucapnya saat ditemui usai membuka secara resmi pelatihan teknis kepada Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagperinkop UKM) Buleleng di Hotel Puri Sharon, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Paha Juniani Asal Buleleng Kian Membesar, BLT yang Diterima hanya Cukup Beli Susu untuk Anak Ketiga

Agus Suradnyana menjelaskan sendi-sendi perekonomian sangat terganggu dengan adanya pandemi Covid-19 ini.

Akan tetapi, kondisi saat ini pelan-pelan diperbaiki. Pelatihan yang digelar Disdagperinkop UKM ini tentun ada hubungan dengan pasca pandemi nantinya.

Pada saat ini yang terpenting adalah bagaimana pelaku koperasi di Buleleng mengikuti era kekinian. Mengikuti cepatnya dunia di era revolusi industri 4.0.

“Dengan digitalisasi utamanya pada pemasaran produk. Penggunaan marketplace dan juga cara memasarkan produk,” jelas dia.

 Produk yang dipasarkan pun bisa dimulai dari yang sederhana terlebih dahulu. Produk-produk yang menjadi keunggulan Buleleng dapat menjadi pilihan untuk dipasarkan melalui digitalisasi.

Dengan memanfaatkan marketplace yang ada. Jika hanya mengikuti produk-produk yang sudah dipasarkan dari luar daerah, dirasa sulit untuk bersaing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved