Breaking News:

Berita Bangli

Kodam IX/Udayana Majukan SDA dan SDM Desa Pengotan Bangli Melalui TMMD ke-112

TMMD menjadi harapan warga di Desa Pengotan, Bangli, Bali untuk kebangkitan potensi sumber daya alam

Pendam IX/Udayana
Sinergitas TNI dan warga dalam pembangunan jalan TMMD ke-112 di wilayah Kodim 1626/Bangli di Desa Pengotan, Bangli, Bali, bulan Oktober 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi harapan warga di Desa Pengotan, Bangli, Bali untuk kebangkitan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).

Desa Pengotan menjadi wilayah pedesaan, terpencil, terluar dan terisolir yang selama ini belum tereksplorasi secara maksimal.

Padahal daerah tersebut sejatinya memiliki obyek wisata terkenal dengan Gunung dan Danau Baturnya yang sering dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Seperti disampaikan Kapendam IX/Udayana, Letkol Kav Antonius Totok Y.P., S.I.P., saat berada di lokasi TMMD ke-112 di wilayah Kodim 1626/Bangli, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca juga: Ketua Tim Wasev Letjen TNI Benny Susianto Kunjungi Lokasi TMMD ke-112 di Desa Pengotan Bangli

“Sehingga dengan adanya pembangunan jalan di wilayah ini, dapat menambah dan meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan dengan keindahan panorama alam pegunungan dan udaranya yang sejuk,” ujarnya

Di dalam pesona keindahan alamnya, Kapendam menyampaikan, Kabupaten Bangli memiliki potensi besar dari wisata yang dipadukan dengan tradisi adatnya seperti Desa Wisata Penglipuran dan keunikan tradisi pemakaman jenazah di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani.

“Wilayah Bangli dijadikan sasaran TMMD ke-112 sangatlah tepat, karena selain hasilnya bermanfaat sebagai akses pemakaman jenazah khususnya warga Banjar Adat Tiying Desa dan akses menuju pasar maupun ke sekolah, juga dapat dimanfaatkan sebagai jalan mempermudah transportasi pariwisata,” jelas Kapendam.

Menurutnya, potensi masyarakat di daerah harus digali dengan baik untuk memanfaatkan TMMD menjadi "jalan" menuju peningkatan kesejahteraan bersama.

“Inilah yang dimaksudkan membangkitkan potensi SDA dan SDM desa,” jelas Kapendam.

Pelaksanaan TMMD di Desa Pengotan ditutup pada Kamis 14 Oktober 2021, respons cepat Dandim 1626/Bangli selaku Dansatgas TMMD sukses menyelesaikan sesuai harapan, yaitu terealisasi 100 persen sasaran fisik, sasaran non fisik maupun sasaran tambahan.

Dengan terwujudnya hasil maksimal program TMMD, Bendesa Adat Desa Pengotan I Wayan Koko mengungkapkan, bahwa melalui kegiatan TMMD kerja sama antara TNI dan masyarakat memudahkan akses penghubung dari Desa Pengotan ke Banjar Adat Tiying Desa.

“Dengan penduduk yang berjumlah 189 KK, warga Banjar Adat Tiying Desa yang dulunya mau ke kuburan susahnya luar biasa apalagi saat malam hari atau turun hujan, kini dengan adanya jalan ini dapat mempermudah krama (warga) disini baik untuk mengantar jenazah, akses menuju pasar maupun ke sekolah,” ungkap Bendesa Adat. (*).

Baca juga: Kapendam IX/Udayana Sebut TMMD ke-112 di Bangli Bagaikan Gali Mutiara Terpendam

Kumpulan Artikel Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved