Breaking News:

Berita Bali

Gempa Terjadi Bertepatan dengan Tumpek Wariga Sasih Kalima, Bumi akan Mendapat Kerahayuan

Menurut budayawan Bali, I Ketut Sumarta, terkait gempa bumi ini salah satunya termuat dalam lontar Rogha Sanghara Bhumi.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Gempa Terjadi Bertepatan dengan Tumpek Wariga Sasih Kalima, Bumi akan Mendapat Kerahayuan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - GEMPA itu terjadi bertepatan dengan Tumpek Wariga, Sasih Kalima. Menurut budayawan Bali, I Ketut Sumarta, terkait gempa bumi ini salah satunya termuat dalam lontar Rogha Sanghara Bhumi.

Gempa yang terjadi sasih kelima yakni bulan Oktober-November menandakan sebagai pengundang Dewata. Para Dewa senang tinggal di Bumi.

Bumi akan mendapat kerahayuan, segala yang ditanam akan tumbuh subur dan berhasil, saphala sarwa tinandur.

Raja atau pemimpin bijak serta berbudi rahayu.

Baca juga: Gempa di Bali, Hasil Analisa BMKG, Dipicu Aktivitas Sesar Lokal

"Semoga ini memang sasmita Hyang Embang kepada kita semua. Semoga pangrastiti rahayu dari seluruh krama Bali hari ini saat melaksanakan tonggak suci Tumpek Wariga akan membawa kerahayuan dan kerahajengan jagat Bali Pulina Nuswantara," kata Ketut Sumarta, Sabtu 16 Oktober 2021.

Selain itu, ia juga berharap semoga gempa yang terjadi ini pertanda jika pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Apalagi gempa ini terjadi bertepatan dengan rahina Saniscara Kliwon Wariga atau Tumpek Wariga atau Tumpek Pangatag.

"Juga nemu Ekadasi Purnama sasih Kalima, katepengan nemugelang pujawali payogan Ida Sasuhunan di Pura Dalem Solo, bungkahing Giri Batukau yang merupakan titik pusat pemurnian elemen air cakra swadisthana jagatraya. Metu wreddhi ikang sarwa tumuwuh antuk sih Ida Hyang Tumuwuh, Hyang Hyang ing Pucak Kedaton rumaga Hyang Lumlanglang pinaka Hyang Reka Bhuwana: Narayana Siwa Jagatnatha Raja," katanya.

Dosen Bahasa Bali Unud yang juga pegiat lontar, Putu Eka Guna Yasa mengatakan berdasarkan lontar Rogha Sanghara Bhumi, gempa yang terjadi terus menerus atau titir saat sasih kapat dan kalima akan membawa kerahayuan.

“Dalam lontar disebutkan, jika terjadi sasih kalima yakni bulan Oktober-November sebagai pengatag atau pangundang Dewata. Dewata senang tinggal di bumi,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved