Human Interest
Lahan Sawah Tak Produktif di Kesiman Denpasar Disulap Jadi Kebun Anggur, Baru 8 Bulan Berbuah Lebat
Tak banyak yang tahu jika di Kota Denpasar ternyata ada kebun anggur impor yang kini sudah berbuah lebat.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ada enam jenis anggur impor yang dikembangkan di kebun seluas 10 are ini mulai dari jenis ninel, jigsaw, jupiter dan jenis anggur yang memang sudah terbukti berbuah di Indonesia.
Dari percobaan ini, pada bulan Juli 2021 dirinya bisa melakukan panen perdana walaupun tidak banyak.
“Itu buah bonus namanya, karena sebenarnya belum waktunya berbuah. Itu juga sekaligus untuk cek benar atau tidak itu jenis anggur impor,” kata lelaki yang bekerja sebagai staf di Bagian Perencanaan FMIPA Unud ini.
Saat ini, setelah delapan bulan dari penanaman bibit, anggurnya sudah berbuah sangat lebat dan segera bisa dipanen.
“Padahal belum saya lakukan pruning, hanya baru potes saja atau pemotongan pucuk tapi dia sudah berbuah lebat. Seharusnya agar buahnya seragam harus dipruning dulu, nanti bunganya, matangnya akan seragam. Kalau ini kan ada yang sudah besar buahnya, ada yang berbunga lagi,” katanya.
Baca juga: Kasus Meninggal Dunia Nihil, Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Denpasar 96,93 Persen
Untuk awal pengembangan anggur di tengah perkotaan ini, dirinya menanam kurang lebih 50 tanaman anggur.
Adapun kendala yang dihadapi dalam pemeliharaan anggur ini yakni intensitas hujan yang tak menentu.
Jika sering terkena hujan tanaman bisa jamuran yang berdampak pada buahnya.
“Kalau banyak jamur buahnya jadi seperti berkerak. Sebenarnya yang bagus itu pakai green house, jadi akan terkontrol pengairannya termasuk hujannya bisa kita kontrol. Ke depannya secara bertahap mau saya siapkan,” katanya.
Selain itu, di sela-sela tanaman anggur juga ditanami bunga mitir yang juga digunakan sebagai anti hama alami.
Rencananya pada sela-sela tanaman anggur juga akan ditanami vanili.
Sebenarnya dirinya tak memiliki basic di bidang pertanian, karena sebelumnya ia sempat menjadi teknisi komputer untuk mengisi waktunya sepulang bekerja.
Namun sekarang ia beralih menjadi petani, karena memang sejak kecil sudah tertarik dengan tanaman.
Ke depannya lewat Bali Mesari Farm ini, dirinya mempunyai rencana untuk membuat sistem pertanian dan peternakan yang terintegrasi.
Konsepnya yakni akan memanfaatkan limbah dapur untuk diolah menjadi pakan ternak seperti lele, bebek, mentok dan ayam.