Breaking News:

Berita Denpasar

Terkait Penahanan Eks Sekda Buleleng, Tim Kuasa Hukum Sebut Akan Buktikan di Persidangan

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka akhirnya ditahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali

Penulis: Putu Candra | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Putu Candra
Eks Sekda Buleleng ditahan oleh penyidik Kejati Bali terkait dugaan gratifikasi dan TPPU. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka akhirnya ditahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Senin, 18 Oktober 2021.

Dewa Ketut Puspaka ditahan sebagai tersangka dugaan gratifikasi pembangunan Bandara Bali Utara, Buleleng, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang dan penyewaan lahan tanah Desa Yeh Sanih. 

Juga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penerimaan tersebut.

Disinyalir tersangka menerima uang gratifikasi senilai Rp16 miliar.

Saat dilakukan penahanan oleh penyidik Kejati Bali, tersangka Dewa Ketut Puspaka didampingi tim kuasa hukumnya.

Terkait dengan penahanan tersangka, tim hukum pun menyerahkan pada proses hukum dan akan membuktikan di persidangan. 

"Menurut kami proses yang dilalui sudah sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. Jadi saya dengan tim hukum sudah sangat maksimal berjuang. Kami akan tetap berjuang, karena penahanan ini belum tentu berarti hukuman," jelas Gede Indria. 

Di sisi lain, Ngurah santanu yang juga anggota tim hukum tersangka masih mempertanyakan kenapa hanya Dewa Ketut Puspaka dijadikan tersangka dalam dugaan gratifikasi. 

Baca juga: Terkait Dugaan Gratifikasi & TPPU, Eks Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka Ditahan di Rutan Kerobokan

Baca juga: Usai Diperiksa Terkait Dugaan Gratifikasi dan TPPU, Eks Sekda Buleleng Batal Ditahan Karena Sakit

"Dalam sangkaan gratifikasi baru satu tersangka. Semestinya ada pihak lain. Kasus gratifikasi ini tidak berdiri sendiri. Oleh karena itu ini adalah tugas kami nanti membongkar di persidangan," tegasnya. 

"Sampai sekarang masih penuh tanda tanya. Ada pemberi ada penerima. Kenapa yang menerima saja, yang memberi kemana," sambung Ngurah Sentanu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved