Breaking News:

Berita Bangli

Rangkaian Karya Ngusaba di Pura Kehen, Pemkab Bangli Laksanakan Upacara Mepeed

Upacara pepeedan diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bangli, kecuali yang berhalangan (datang bulan) atau sedang cuntaka

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Para ASN Pemkab Bangli saat melakukan upacara mepeed menuju Pura Kehen Bangli. Kamis (21/10/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Serangkaian dengan Upacara Karya Ngusaba Bhatara Turun Kabeh di Pura Kehen Bangli, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bangli melaksanakan Upacara mepeed, Kamis (21/10/2021).

Upacara ini dilakukan sebagai wujud sembah sujud ASN seperti yang tertuang dalam Raja Purana Prasasti Kehen yang disebut Kuwale Praja (Abdi Praja).

Upacara pepeedan diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bangli, kecuali yang berhalangan (datang bulan) atau sedang cuntaka.

Ritual tersebut dimulai dari Padmasana Kantor Bupati Bangli menuju Pura Kehen Bangli.

Baca juga: Akibat Sepinya Penyeberangan, Penyedia Jasa Penyeberangan di Bangli Banyak yang Beralih Profesi

Masing-masing OPD menyiapkan beberapa banten, seperti banten gebogan, banten pendek, banten perangkatan dan banten tebasan maupun sarana upakara lainnya.

Disela kegiatan tersebut Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan bahwa upacara mepeed ini merupakan bentuk rasa syukur pemerintah dan seluruh jajaran Pemerintahan di Kabupaten Bangli, atas Wara Nugraha dan Paswecan Ida Betara Sakti Kehen terkait keberadaan Kabupaten Bangli. Karena Wara Nugraha dari Ida Betara Sakti Pura Kehen inilah sehingga Kerajaan Bangli tetap ajeg.

Sedana Arta juga menjelaskan bahwa sesuai dengan kesepakatan Asta Praja terkait pembentukan kabupaten kota di Bali yang didasari oleh delapan kerajaan yang ajeg yang ada di seluruh Bali ini, dimana salah satunya adalah Kabupaten Bangli.

Dalam Purana Kehen C juga disebutkan bahwa mulai dari jaman kerajaan dulu seluruh pembiayaan di Pura Kehen ini dibiayai oleh raja pada saat itu dan seluruh abdi kerajaan berkewajiban menghaturkan bakti di Pura Kehen ini.

"Oleh karena itu apabila kita kaitkan dengan zaman sekarang tentunya sudah menjadi kewajiban bagi kita selaku Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan semua upakara dan yadnya di Pura Kehen Bangli ini," ujarnya.

Sedana Arta menambahkan, era new normal ini patut disyukuri bersama. Karena Kabupaten Bangli saat ini sudah berada di level 2 PPKM.

"Tentunya itu tidak terlepas dari wara nugraha Ida Betara. Mudah-mudahan dengan yadnya yang terus kita laksanakan, akan ada lagi wara nugraha Ida Betara sehingga kita kembali bisa dalam kehidupan yang normal," harapnya.

Disampaikan pula tahun ini besaran dana hibah yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Bangli untuk Pura Kehen sebesar Rp 1,5 miliar.

Alokasi dana ini tentunya tidak hanya untuk upacara saja melainkan juga mencangkup seperti halnya perlengkapan prelingga dan yang lainnya.

"Tentunya sudah diproses dan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme maupun peraturan perundang-undangan yang ada," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved