Berita Buleleng

Tiga Pelaku Illegal Logging di Hutan Negara Desa Pangkungparuk Buleleng Ditangkap

pihaknya bersama sejumlah anggota Koramil 1609-03/Seririt pun langsung melakukan penggeledahan di rumah Ketut Darmawan, pada Minggu pagi

Istimewa
Ketiga pelaku illegal logging diamankan di Mapolsek Seririt, Minggu (24/10/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Petugas gabungan Polsek Seririt dan Koramil 1609-03/Seririt kembali berhasil mengamankan tiga pelaku illegal logging.

Dari penangkapan ini, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 44 batang kayu sonokeling.

Kapolsek Seririt, Kompol I Gede Juli dikonfirmasi Minggu (24/10/2021) mengatakan, penangkapan ini berhasil dilakukan berkat informasi dari masyarakat yang menyebut, terdapat beberapa tumpukan kayu sonokeling, di kediaman milik salah satu pelaku, yakni Ketut Darmawan (39), yang terletak di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Dari informasi itu, pihaknya bersama sejumlah anggota Koramil 1609-03/Seririt pun langsung melakukan penggeledahan di rumah Ketut Darmawan, pada Minggu pagi.

Baca juga: Polisi Tangkap Lima Pelaku Illegal Logging di Hutan Desa Gerokgak Buleleng

Dari penggeledahan tersebut, petugas pun menemukan enam batang kayu sonokeling masing-masing berukuran 2 meter, yang disembunyikan oleh Ketut Darmawan di dalam kamarnya.

Kepada polisi, Ketut Darmawan mengakui jika batang kayu sonokeling itu merupakan hasil illegal logging yang dilakukan  bersama dua orang rekannya bernama Made Santika (45) dan Kadek Angga (38).

Ketiga pelaku menebang beberapa pohon sonokeling yang tumbuh di hutan negara kawasan Desa Pangkungparuk.

Berangkat dari pengakuan Ketut Darmawan, petugas gabungan pun langsung melakukan penangkapan terhadap Made Santika dan Kadek Angga.

Dari penangkapan ini, polisi kembali berhasil menyita 38 batang kayu sonokeling.

Puluhan batang kayu itu disembunyikan oleh ketiga pelaku di sebuah kebun milik warga desa setempat.

Atas temuan ini, ketiga pelaku bersama barang bukti berupa 44 batang kayu sonokeling langsung digiring ke Mapolsek Seririt, untuk dimintai keterangan.

Kompol Juli menyebut, hingga saat ini ketiga pelaku itu masih dimintai keterangan oleh penyidik.

Pihaknya pun belum mengetahui secara pasti, sejak kapan ketiga pelaku melakukan pembalakan liar di hutan negara Desa Pangkungparuk.

"Ketiga pelaku masih kami periksa, nanti informasi lebih mendalam akan kami sampaikan saat rilis.

Baca juga: Illegal Logging Terjadi di Kawasan Hutan TNBB, Polhut Ngaku Kerap Diancam dengan Senjata Tajam

Namun yang jelas, ketiga pelaku benar telah melakukan illegal logging di hutan negara Desa Pangkungparuk," singkatnya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku pun terancam dijerat dengan Pasal 83 ayat (1) yo Pasal 12 huruf e UU Nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan hukuman pidana paling lama lima tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 2.5 Miliar. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved