Berita Bali

Luhut Geram Banyak Klub dan Bar di Bali Tak Patuh Prokes, Minta Pemda Tertibkan

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan geram ada bar dan klub malam di Bali yang melanggar prokes

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung ke Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis 12 Agustus 2021. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan geram ada bar dan klub malam di Bali yang melanggar prokes. 

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Penurunan level PPKM pada beberapa daerah, termasuk Bali membuat penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat berkurang.

Bahkan, ada tempat wisata, seperti bar dan klub malam di beberapa daerah yang melanggar prokes, seperti melanggar ketentuan jam operasional.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi persnya, Senin 25 Oktober 2021.

"Lihat misalnya ada klub malam, misalnya di daerah Semarang atau di daerah tempat lain.

Itu buka sampai jam 2 pagi. Seperti ini kan berbahaya sekali," ungkapnya.

Baca juga: Coba-coba Buka dari Batas Jam Operasional, Klub Malam dan Restoran di Kuta Utara Badung Ini Ditutup

Fakta itu sendiri ditemukan Luhut melalui tim yang diturunkannya ke lapangan, termasuk di Bali.

"Di berbagai sektor, terutama seiring disiplin masyarakat yang semakin berkurang terhadap pandemi Covid-19. Karena kami kirim tim juga," katanya.

Bahkan, di Bali sendiri menurutnya, bar dan klub malam yang beroperasi di luar jam operasional yang ditentukan punya trik.

Yaitu mengakalinya dengan meminta pengunjung tidak mengambil gambar agar tidak ketahuan.

"Bar dan klub malam masih beroperasi tanpa memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

Beberapa bar tidak memperbolehkan para pengunjung untuk mengambil gambar dan video.

Ndak boleh. Supaya jangan ketahuan gitu. Di Bali, misalnya, kelihatan banyak sekali.

Dan saya mohon pemda Bali juga kali untuk perhatikan ini," papar Luhut.

Oleh sebab itu, Luhut meminta pemda baik pemprov dan pemkab di Bali untuk memperhatikan kasus tersebut, termasuk juga media agar saling mengingatkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved