Breaking News:

Berita Bali

UPDATE Sidang Perkara Dugaan Memasukkan Keterangan Palsu, Tim Hukum Zainal Tayeb Serahkan Bukti Baru

Kedua saksi itu adalah mantan chief security PT Bali Mirah Konstruksi (BMK), Faturahman dan karyawan di rumah Zainal Tayeb, Nyoman Widiasa

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Zainal Tayeb didampingi tim hukumnya saat menjalani sidang secara daring dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang lanjutan perkara dugaan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dengan terdakwa Zainal Tayeb kembali digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 26 Oktober 2021.

Sidang kali ini tim hukum Zainal Tayeb mengajukan dua orang saksi meringankan.

Kedua saksi itu adalah mantan chief security PT Bali Mirah Konstruksi (BMK), Faturahman dan karyawan di rumah Zainal Tayeb, Nyoman Widiasa.

Menariknya di persidangan, tim hukum Zainal Tayeb menyerahkan bukti baru kepada majelis hakim pimpinan Wayan Yasa.

Baca juga: Saksi Korban Merasa Ditipu Zainal Tayeb, Hedar: Saya Rugi Rp 21 Miliar

Bukti tersebut berupa rekaman percakapan antara Zainal Tayeb dengan saksi korban Hedar Giacomo Boy Sam, notaris BF Harry Prastawa didampingi stafnya.

Dalam rekaman itu, menurut tim hukum terdakwa, berisi materi kerjasama pengembangan serta penjualan perumahan di Cemagi, Badung, yang kini jadi obJek sengketa.

"Yang Mulia Majelis Hakim, sudah kami lengkapi dengan transkripnya,” ujar Mila Tayeb selaku koordinator tim hukum Zainal Tayeb.

Melihat hal itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memohon kepada majelis hakim untuk memeriksa keabsahan bukti tersebut.

"Yang Mulia, mohon diperiksa keabsahan bukti yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Imam Ramadoni.

Atas hal itu  majelis hakim pun sempat mengecek lembaran transkrip tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved