Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Hati-hati Jika Berwarna Hitam, Berikut Jenis-jenis Warna Tinja dan Artinya

Warna tinja terkadang juga bisa mengindikasikan kondisi kesehatan seseorang. Sementara kotoran coklat dianggap sebagai warna kotoran "normal"

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi toilet. 

TRIBUN-BALI.COM - Kotoran, juga dikenal sebagai tinja atau feses, adalah bagian normal dari proses pencernaan.

Tinja terdiri dari produk limbah yang dikeluarkan dari tubuh. Ini mungkin termasuk partikel makanan yang tidak tercerna, bakteri, garam, dan zat lainnya.

Warna tinja umumnya dipengaruhi oleh apa yang kita makan serta jumlah empedu dalam tinja Anda.

Saat pigmen empedu berjalan melalui saluran pencernaan Anda, mereka diubah secara kimiawi oleh enzim, mengubah pigmen dari hijau menjadi coklat.

Baca juga: HATI-HATI, Tipes Bisa Menular Lewat Tinja, Begini Mekanime Bakteri Menyerang Tubuh

Warna tinja terkadang juga bisa mengindikasikan kondisi kesehatan seseorang. Sementara kotoran coklat dianggap sebagai warna kotoran "normal", beberapa warna coklat kehijauan juga dapat diterima.

Berikut ini penjelasan mengenai arti warna tinja seperti dilansir dari Medical News Today dan Mayo Clinic.

Hitam

Kotoran yang berwarna hitam, terutama jika tampak seperti bubuk kopi, menunjukkan adanya perdarahan saluran cerna.

Zat seperti suplemen zat besi, licorice hitam, black stout, dan obat bismut juga menyebabkan tinja menjadi hitam.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Miliki Warna Tinja Berubah-rubah, Kenali Urutan Perubahan Warnanya

Putih

Jika tinja berwarna putih, abu-abu, atau pucat, seseorang mungkin memiliki masalah dengan hati atau kantong empedu karena tinja yang pucat menunjukkan kurangnya empedu.

Beberapa obat anti diare menyebabkan feses berwarna putih. Hijau Bayam, kangkung, atau makanan hijau lainnya dapat menyebabkan kotoran berwarna hijau.

Namun, tinja berwarna hijau mungkin merupakan tanda bahwa ada terlalu banyak empedu dan tidak cukup bilirubin dalam kotoran.

Merah

Kotoran yang berwarna merah mungkin merupakan hasil dari pendarahan gastrointestinal.

Sejumlah kecil darah dalam tinja dapat mengindikasikan wasir . Makan bit atau beri merah, atau minum bit atau jus tomat, juga mengubah kotoran menjadi merah.

Baca juga: Baik untuk Pencernaan dan Pernapasan, Inilah 5 Manfaat Madu Menurut Ahli Gizi

Setelah makanan ini melewati saluran pencernaan, kotoran akan menjadi coklat kembali.

Oranye

Mengonsumsi banyak makanan berwarna oranye, yang kaya akan pigmen yang disebut beta-karoten, menyebabkan tinja berwarna oranye.

Wortel, ubi jalar, dan labu musim dingin adalah di antara banyak makanan yang mengandung pigmen ini.

Namun, saluran empedu yang tersumbat atau obat-obatan tertentu termasuk beberapa antasida dan antibiotik rifampisin juga dapat menyebabkan kotoran berwarna oranye.

Kuning

Jika tinja tampak kuning atau tampak berminyak, itu menunjukkan bahwa kotoran tersebut mengandung terlalu banyak lemak.

Ini mungkin akibat dari masalah penyerapan atau kesulitan memproduksi enzim atau empedu.

Baca juga: Gejala Diare dan 6 Jenis Makanan untuk Diare Agar Cepat Mampet

Kebanyakan orang akan mengalami variasi warna tinja pada tahap tertentu. Biasanya, ini karena diet atau penyebab kecil lainnya.

Jika perubahan warna tinja terjadi lebih dari 2 minggu atau berwarna hitam dan merah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut.

(Kompas.com/Galih Pangestu Jati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved