Tips Kesehatan

Termasuk Cokelat, Inilah 5 Makanan yang Harus Dihindari Pasien Dialisis Ginjal

Penderita gagal ginjal yang sudah kehilangan 85-90 persen fungsi ginjalnya haruslah menjalani dialisis ginjal atau cuci darah.

Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
Pixabay
Cokelat mengandung fosfor dan potasium dengan jumlah yang signifikan untuk kesehatan ginjal. Inilah 5 makanan yang harus dihindari pasien dialisis ginjal. 

TRIBUN-BALI.COM – Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal mengalami penurunan fungsi secara bertahap akibat kerusakan jaringan ginjal.

Faktor risiko gagal ginjal bisa beragam.

Bisa karena penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, kardiovaskular, infeksi HIV, ataupun riwayat keturunan penyakit ginjal dan batu ginjal.

Faktor risiko lainnya adalah usia, aktivitas fisik yang rendah, pola hidup tidak sehat (merokok dan konsumsi alkohol), dan obesitas.

Baca juga: Membuang Racun hingga Menjaga Kesehatan Tulang, Inilah 5 Fungsi Utama Ginjal Kita

Bagi penderita gagal ginjal yang sudah kehilangan sebesar 85-90 persen fungsi ginjalnya, haruslah menjalani hemodialisa, atau dialisis ginjal, atau cuci darah.

Bila sudah menjalani cuci darah artinya ginjal sudah tidak dapat lagi bekerja dengan baik.

Limbah akan menumpuk di dalam darah dan berisiko menimbulkan penyakit.

Itulah sebabnya mengapa orang yang menjalani dialisis harus sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan menghindari beberapa jenis makanan.

Menurut seorang ahli gizi Susan Lupackino, MHS, RD, LDN inilah 5 makanan yang harus dihindari oleh pasien cuci darah.

Baca juga: Harus Ditinggalkan! Inilah 6 Kebiasaan Buruk yang Merusak Ginjal, Merokok Salah Satunya

1. Makanan yang mengandung fosfat

Makanan dengan jenis deli meat atau daging olahan seperti ham, peperoni, sosis dan lainnya sangat tidak disarankan untuk pasien dialisis.

Soda dan roti juga tidak disarankan.

Semuanya karena makanan-makanan tersebut mengandung fosfat tambahan.

Fosfat sering digunakan sebagai bahan pengawet dalam makanan olahan untuk memperpanjang masa makanan tersebut.

Pastikan untuk membaca kandungan nutrisi dari setiap makanan dengan hati-hati dan perhatikan apakah ada kandungan fosfat pada kemasan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved