19,9 Juta Orang Akan Berlibur, Cuti Bersama Natal 2021 pada 24 Desember Ditiadakan
Muhadjir menegaskan bahwa pemerintah ingin menekan sedikit mungkin pergerakan masyarakat pada akhir tahun.
"Kebijakan tersebut semata-mata dilakukan untuk membatasi pergerakan orang yang lebih masif menjelang libur akhir tahun," kata dia.
Muhadjir juga mengimbau masyarakat agar tidak pulang kampung atau berpergian apabila tidak ada kepentingan mendesak pada libur akhir tahun 2021.
Dengan demikian, kata dia, diperlukan sosialisasi yang massif agar masyarakat tidak bepergian atau pulang kampung tersebut pun diperlukan.
"Saya mohon nanti ada kampanye besar-besaran untuk mengimbau masyarakat agar tidak berpergian. Tidak pulang kampung atau berpergian atas tujuan-tujuan yang tidak primer," ucap Muhadjir.
19,9 Juta Warga Akan Berlibur
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan, ada 19,9 juta orang di Pulau Jawa-Bali akan melakukan perjalanan saat libur natal dan tahun baru (Nataru).
Hal tersebut disampaikan Luhut dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).
"Berdasarkan hasil survei Balitbang Kemenhub untuk wilayah Jawa-Bali yang diperkirakan akan melakukan perjalanan sekitar 19,9 juta, sedangkan Jabodetabek 4,45 juta," kata Luhut.
Luhut mengatakan, peningkatan mobilitas tersebut bila tidak dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, akan berisiko meningkatkan kasus Covid-19.
Oleh karenanya, kata dia, Presiden Jokowi meminta dirinya untuk menyusun strategi dan mengambil keputusan agar tidak terjadi peningkatan mobilitas masyarakat akibat libur Nataru.
"Jadi apapun strategi yang kami lakukan tetap kita itu, di samping vaskinasi dan lainnya itu kita membatasi pergerakan itu kita buat juga di tempat-tempat tertentu," ujarnya.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan, meski kasus Covid-19 sudah menurun, pihaknya tetap memperkuat pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment) agar ledakan kasus pasca libur Nataru tidak terjadi.
"Dan secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru," ucap dia.
Penerapan Prokes Melemah
Pemerintah menemukan berbagai pelanggaran terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/muhajir.jpg)