Berita Badung

Cuti Bersama Natal 2021 Dihapus, Ini Kata Ketua PHRI Badung

Pemerintah terus berupaya mengendalikan kasus Covid-19 agar tidak menimbulkan gelombang ketiga pada momen akhir tahun mendatang.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah terus berupaya mengendalikan kasus Covid-19 agar tidak menimbulkan gelombang ketiga pada momen akhir tahun mendatang.

Salah satunya dengan menghapus cuti bersama pada Natal pada 24 Desember 2021.

Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung menyebutkan semua itu adalah langkah preventif pemerintah pusat, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19.

Baca juga: RSD Mangusada Badung Sudah Patok Harga Tes PCR Rp 275 Ribu Sesuai SE Kemenkes, Berlaku 3x24 Jam

Ketua PHRI Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi Jumat 29 Oktober 2021mengaku saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memang menjadi puncak kunjungan wisatawan ke Bali.

Namun dengan kondisi seperti ini, dirinya mengakui akan terjadi kerumunan di beberapa lokasi seperti Daya Tarik Wisata (DTW) maupun tempat-tempat tertentu.

"Iya kalau Nataru biasanya ada perayaan-perayaan hari raya maupun party-party kecil. Hal itu pun memang sangat rentan, dan susah menerapkan protokol kesehatan (Prokes)," kata Rai Suryawijaya.

Pihaknya mengatakan harus realistis melihat situasi seperti sekarang. Pasalnya semua itu tentu berbahaya, karena mobilitas masyarakat susah dipantau.

Baca juga: 19,9 Juta Orang Akan Berlibur, Cuti Bersama Natal 2021 pada 24 Desember Ditiadakan

"Wilayah lain kan belum tentu vaksinasi sudah berjalan. Berbeda dengan Bali yang 3,4 juta penduduknya sudah melaksanakan vaksin pertama. Bahkan vaksin kedua sudah mencapai 90 persen," jelasnya.

Pihaknya mengaku dengan ditiadakannya cuti bersama, maka tentu jumlah kunjungan ke Bali khususnya Badung tentu tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Namun katanya, pemerintah mencoba mengendalikan antara kesehatan dan ekonomi khususnya di Bali.

"Ini sangat penting, karena nama besar Bali sangat dipertaruhkan. Kita di PHRI ada di posisi netral. Karena kita tau pemerintah berupaya menekan laju mobilitas masyarakat itu, sehingga tidak terjadi kasus baru yang mengakibatkan kasus positif di Bali meningkat," bebernya.

Baca juga: TERKINI, Libur Cuti Bersama Natal 2021 Ditiadakan, 2 Libur Nasional Digeser

Lebih lanjut dirinya mengatakan saat ini kunjungan wisatawan domestik pasti akan ada, namun tidak sebanyak yang  diharapkan.

Dirinya mengatakan langkah preventif ini juga penting dilaksanakan lantaran kasus covid-19 masih ada.

"Seperti kita naik motor, jangan terlalu ngegas tapi jangan juga terlalu pelan. Apalagi seperti ini, kita tidak bisa memaksakan, karena pemulihan dan untuk nama Bali juga ke depan," tegasnya. 

Baca juga: RESMI, Ini Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2022, Bagaimana dengan Aturan Cuti Bersama?

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan sejak jauh hari pemerintah telah melakukan langkah antisipatif kemungkinan gelombang pergerakan masyarakat dengan memangkas tanggal merah dan cuti bersama, termasuk saat momen Natal 2021.

Langkah tersebut di antaranya adalah memangkas cuti bersama pada 24 Desember 2021.

Keputusan itu termaktub dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021. (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved