Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Galungan Sebentar Lagi, Segera Siapkan Sarana Upakaranya

Galungan jatuh pada Minggu kedua bulan November, yakni pada tanggal 9-11 November 2021.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Galungan Sebentar Lagi, Segera Siapkan Sarana Upakaranya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tak terasa waktu telah mendekati akhir tahun 2021.

Begitu juga umat Hindu akan segera merayakan hari suci dan hari besar Galungan pada awal November 2021.

Galungan jatuh pada Minggu kedua bulan November, yakni pada tanggal 9-11 November 2021.

Dalam kitab Sundarigama, disebut bahwa makna hari raya Galungan umumnya dikaitkan dengan kemenangan Dharma melawan Adharma.

Baca juga: Jelang Hari Raya Galungan, Stok Daging Babi di Gianyar Diprediksi Sudah Melebihi Kebutuhan

Lontar Sundarigama juga menyarankan bahwa sesajen yang dihaturkan pada saat Galungan agar dibiarkan.

Maksudnya dibiarkan di tempat persembahyangan selama semalam.

Dan sesajen itu baru bisa ditarik pada besoknya.

Setelah umat Hindu menyucikan diri lahir batin dan melakukan persembahyangan di sanggah.

Hari Rabu Kliwon Dungulan yang disebut Galungan. Dan disebut hari suci serta sakral, karena umat Hindu meyakini bahwa para dewa dan roh leluhur turun ke dunia beryoga di berbagai tempat.

Seperti sanggah, pura, di halaman rumah, lumbung, dapur, jalan masuk rumah, tugu, penghulu kuburan, di lumbung, di dapur, jalan masuk rumah, tugu, penghulu desa, penghulu sawah, hutan, gunung, laut, dan sebagainya.

Baca juga: Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Hari Raya Galungan, Pemkab Badung Gelar Pasar Murah

Oleh sebab itu, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan membuat sesajen persembahan.

Adapun sesajen persembahan untuk di sanggah adalah tumpeng panyaag, penek wawakulan, canang raka, ajuman, sedah woh, kembang pahes, wangi-wangi, dan pasucian.

Kemudian sesajen persembahan di pura, terdiri dari tumpeng pengambean, jerimpen, pajegan, sodahan beserta perlengkapannya.

Memakai lauk sate babi, daging babi goreng, dilengkapi bunga-bunga harum, dupa, kemenyan, dan astanggi. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved