Berita Bali
KABAR DUKA: Budayawan Wayan Geriya Wafat Akibat Komplikasi Penyakit Organ Dalam
Beliau sering menjadi Tim Ahli yang pemikiran dan konsep-konsepnya banyak digunakan oleh Pemprov Bali Bali dan Kabupaten/Kota di Bali
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
Saat itu, tes swab mendiang masih menunjukkan hasil negatif. Saat itu, yang bersangkutan dirujuk ke RS Udayana. Di sana, mendiang sempat opname di ruang ICU selama tiga hari.
Selama perawatan itu pula, Wayan Geriya menjalani tes PCR dua kali dengan hasil negatif.
Namun karena harus cuci darah, Wayan Geriya kembali harus pindah perawatan ke rumah sakit yang melayani hemodialisis.
Dalam perawatan ini ada dua pilihan rumah sakit, yakni RSUP Sanglah dan RSUD Bali Mandara.
Namun dikarenakan di Sanglah dikatakan penuh, sehingga mendiang dibawa ke RSUD Bali Mandara.
"Baru cuci darah 15 menit, kondisi Bapak kembali drop, tensi turun sehingga cuci darah dilanjutkan besoknya lagi," ujarnya.
Setelah tuntas melakukan cuci darah, hari keempat opname di Bali Mandara, mendiang ada di kondisi terburuknya. Dimana saat itu pihak medis memberikan penanganan terbaik.
Saat itu, mendiang kembali dilakukan swab, dan hasilnya positif.
"Bapak diswab lagi, hasilnya keluar siang ternyata positif," jelasnya.
Baca juga: KABAR DUKA: Mantan Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika Tutup Usia
Sutriawan mengungkapkan, hasil positif covid-19 diduga mempengaruhi psikologis mendiang.
Dimana sejak dinyatakan positif, kondisi mendiang semakin drop, akhirnya meninggal Sabtu pukul 11.00 Wita.
Saat ini jenazahnya masih dititipkan di RSUD Bali Mandara. Dimana sesuai prosedur penanganan pasien terkonfirmasi covid-19, jenazah langsung dimasukkan ke peti.
"Upacara pengabenan akan digelar di krematorium Punduk Dawa, Klungkung pada Selasa 2 November ini," ujar anak mendiang Wayan Geriya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/potret-semasa-almarhum-i-wayan-geriya-masih-hidup.jpg)