Mahasabha PHDI XII, Ini Harapan Puskor Hindunesia
Semua pihak turut mengikuti jalannya mahasabha, walaupun memang peserta mahasabha secara daring dan luring dibatasi
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Kemudian dari kelompok mahasabha, atau parisada demisioner sebelumnya menginginkan adanya penyelamatan dari sampradaya secara tidak langsung.
"Karena di sana ada menyebut fokusnya hanya pada ISKCON Hare Krisna, tetapi tidak menyentuh Saibaba. Padahal jelas dua-duanya merupakan bagian dari yang disebut sampradaya asing. Yang ditengarai membawa misi untuk melakukan gerakan konversi terhadap umat Hindu," tegasnya.
Selain itu, Puskor Hindunesia menegaskan bahwa organisasi manapun yang masih mengusung misi konversi, propaganda, dan redoktrinisasi baik tergorganisir dalam tubuh lembaga Hindu.
"Maupun yang tidak terorganisir, itu harus tegas dipilah. Apalagi kemudian organisasi tersebut bisa merangkul umat dari berbagai macam agama dan keyakinan," jelasnya.
Pada intinya, Puskor Hindunesia masih dalam posisi melihat dan mengamati, serta menunggu bagaimana komitmen kedua kubu untuk benar-benar mengakomodir dan mengeksekusi aspirasi dari umat Hindu di seluruh Indonesia.
Wisnu Bawa Tenaya Pimpin PHDI Pusat
Sebelumnya diwartakan, pasangan Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana, M.TP dan Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT), masing-masing terpilih sebagai Ketua Sabha Walaka dan Ketum Pengurus Harian PHDI Pusat Masa Bhakti 2021-2026.
Pasangan ini mengalahkan pasangan Drs. I Made Sutresna, M.A dan Mayjen TNI (Purn), Sang Nyoman Suwisma pada pemilihan pasangan calon ketua sabha walaka dan ketua umum pengurus harian PHDI, dalam sidang paripurna Mahasabha XII PHDI, Sabtu, 30 Oktober 2021 malam.
Pemilihan dilakukan secara voting dengan link yang telah disiapkan panitia.
Sebelum pemilihan, panitia menjaring bakal calon melalui 27 PHDI provinsi yang hadir dalam Mahasabha XII.
Saat penjaringan bakal calon, paket Puspa Adnyana-Wisnu Bawa Tenaya meraih suara terbanyak yakni 12 suara dari 12 provinsi.
Baca juga: Presiden Jokowi Dipastikan Hadir, Mahasabha XII PHDI Digelar 28-31 Oktober
Disusul paket Sutresna-Suwisma 8 suara/provinsi, paket Puspa Adnyana-Suwisma 3 suara/provinsi, paket I Nengah Dana-Yuda Triguna 1 suara/provinsi, paket I Nengah Dana – Suwisma 1 suara, paket Ketut Untung Yoga-Suwisma 1 suara/provinsi dan 1 suara abstain.
Sehingga total ada 27 suara (provinsi).
Sesuai kesepakatan sidang paripurna, paket yang meraih suara minimal 7 suara (provinsi), diajukan sebagai paket calon yang akan dipilih oleh seluruh peserta dan peninjau Mahasabha XII. (*)
Artikel lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gus-susena-kjgdd.jpg)