Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Mitos-mitos Tentang Kolesterol yang Masih Banyak Dipercaya Padahal Keliru

Mitos-mitos tentang kolesterol yang masih banyak dipercaya padahal keliru, apa saja itu?

Editor: Irma Budiarti
marekuliasz
Ilustrasi kolesterol. Mitos-mitos tentang kolesterol yang masih banyak dipercaya padahal keliru, apa saja itu? 

TRIBUN-BALI.COM - Mitos-mitos tentang kolesterol yang masih banyak dipercaya padahal keliru, apa saja itu?

Kolesterol adalah senyawa lemak yang memiliki peran bagi tubuh. Kadar kolesterol tinggi dalam darah, justru dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kondisi tersebut terjadi saat kolesterol bersama lemak dan kalsium menumpuk di plak di dinding arteri.

Yang mempersempit pembuluh darah hingga menyebabkan komplikasi, termasuk stroke maupun serangan jantung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa peningkatan kadar kolesterol berkontribusi pada 2,6 juta kematian setiap tahunnya.

Melansir Medical News Today, para ahli menyebut ada beberapa mitos tentang kolesterol yang masih banyak dipercaya masyarakat, padahal hal tersebut keliru.

Baca juga: Tidak Hanya Orang Tua, Kolesterol juga Dapat Menimpa Anak Muda, Berikut Penjelasan dr. Mustopa

1. Tubuh yang kurus bebas dari kolesterol tinggi

Greenfield menegaskan, meskipun Anda memiliki tubuh yang kurus atau ideal sekalipun, bisa mengalami kolesetrol tinggi.

“Keseimbangan kolesterol memang merupakan fungsi dari apa yang kita makan, tetapi genetika kita juga (berpengaruh).

Misalnya, seseorang dapat dilahirkan dengan kecenderungan genetik untuk tidak memproses kolesterol secara efisien,” katanya.

Ahli jantung dari K Health Dr Edo Paz mengungkapkan, meskipun seseorang memiliki berat badan yang sehat, kolesterol dalam tubuh bisa menjadi tidak terkontrol.

Faktor lain yang memengaruhi kadar kolesterol adalah makanan, jarang berolahraga, kebiasaan merokok, dan minum minuman beralkohol.

Orang yang memiliki berat badan yang sehat mungkin memiliki kadar kolesterol tinggi.

Sebaliknya beberapa orang yang kelebihan berat badan mungkin tidak memiliki kolesterol tinggi.

Usia dan genetik juga berkontribusi pada tingginya kolesterol dalam darah.

Baca juga: Tanda Kolesterol Tinggi, Bisa Dilihat dari Rambut hingga Kuku

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved