Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Mitos-mitos Tentang Kolesterol yang Masih Banyak Dipercaya Padahal Keliru

Mitos-mitos tentang kolesterol yang masih banyak dipercaya padahal keliru, apa saja itu?

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
marekuliasz
Ilustrasi kolesterol. Mitos-mitos tentang kolesterol yang masih banyak dipercaya padahal keliru, apa saja itu? 

5. Setelah minum Statin, maka bebas makan apa saja

"Sayangnya, tidak bisa dianggap demikian," kata Greenfield. Jika Anda makan apa yang Anda inginkan.

Dan mengonsumsi kalori secara berlebihan, berat badan Anda akan bertambah. Ketika Anda kelebihan berat badan.

Terutama di sekitar daerah perut, Anda dapat mengembangkan sindrom metabolik, yang merupakan keadaan pradiabetes.

“Statin bukanlah obat penurun berat badan. Tugas mereka adalah menurunkan kolesterol LDL 'jahat'.

Dan tugas Anda adalah memperlakukan tubuh dengan hormat, termasuk memikirkan apa yang dimakan.”

6. Semua kolesterol jahat

Kolesterol adalah komponen penting dari membran sel. Selain peran strukturalnya dalam membran, senyawa ini juga penting dalam produksi hormon steroid, vitamin D, serta asam empedu.

“Kolesterol itu tidak jahat. Ini adalah pandangan awam yang disalahgunakan dalam gaya hidup modern kita saat ini,” ujar ahli jantung di MemorialCare Heart & Vascular Institute di Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, Dr Robert Greenfield.

Kolesterol LDL atau Low-density lipoprotein dikenal sebagai "kolesterol jahat", karena kadar kolesterol LDL yang tinggi dalam aliran darah meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Sedangkan High-density lipoprotein (HDL) disebut sebagai kolesterol baik, karena mengangkut kolesterol kembali ke hati, kemudian dikeluarkan dari tubuh, sehingga mengurangi risiko kardiovaskular.

Baca juga: Ketahui 3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi, Salah Satunya Telur

7. Konsumsi banyak makanan berkolesterol sebabkan kadar kolesterol tinggi

Banyak orang mengira, bahwa makan makanan berkolesterol menyebabkan tingginya kadar kolesterol tinggi.

Faktanya, hal ini sedikit lebih kompleks dari yang diperkirakan. Dr Alexandra Lajoie, seorang ahli jantung noninvasif di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica menuturkan.

Kolesterol yang dikonsumsi tidak serta-merta berkorelasi langsung dengan kadar kolesterol.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved