Breaking News:

Berita Klungkung

4 Objek Budaya di Klungkung Ditetapkan sebagai WBTB 2021, Pemkab Harap Ada Tindak Lanjut Pelestarian

Sehingga kedepan juga diharapkan ada dukungan dari pemerintah pusat untuk upaya pelestarian objek budaya yang menjadi WBTB tersebut

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Tradisi Caru Mejaga–Jaga dari Desa Adat Besang Kawah Tohjiwa, Kecamatan Klungkung yang ditetapkan sebagai WBTB tahun 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Empat objek budaya di Klungkung resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional 2021.

Namun WBTB ini dirasa masih sebatas pengakuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sehingga kedepan juga diharapkan ada dukungan dari pemerintah pusat untuk upaya pelestarian objek budaya yang menjadi WBTB tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana menjelaskan, ada 4 objek wisata di Klungkung yang saat ini ditetapkan menjadi WBTB yakni objek budaya Tenun Cepuk dari Desa Tanglad, Nusa Penida, tradisi Dewa Masraman dari Banjar Timrah, Desa Paksebali, Dawan, tradisi Barong Nong nong Kling dari Dusun Suwelagiri, Desa Aan, Banjarangkan dan Tradisi Caru Mejaga–Jaga dari Desa Adat Besang Kawah Tohjiwa, Kecamatan Klungkung.

Baca juga: Anggota TNI Kodim 1610/Klungkung Diingatkan Waspadai Bahaya Laten Komunis dan Radikalisme

Sementara ada dua objek budaya yang sudah terlebih dahulu sebagai WBTB yakni tradisi tari Baris Jangkang dari Nusa Penida dan Lukisan Klasik Wayang dari Desa Kamasan, Klungkung.

"Jadi pada intinya penetapan WBTB untuk pelestarian warisan budaya. Sementara untuk tindak lanjut setelah ditetapkan sebagai WBTB, kami belum mendapatkan informasi dari kementerian," ungkap Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana ketika ditemui di kantornya, Selasa (2/11/2021).

Sementara demikian halnya dengan objek budaya Tarian Baris Jangkang dan Lukisan Kamasan yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai WBTB, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.

Padahal menurutnya perlu langkah nyata untuk pelestarian objek budaya ini, misalkan dengan pembinaan dan sebagainya.

" Kalau kami di daerah, telah melaksanakan Kegiatan bertajuk Aksiku (Atraksi Melestarikan Seni Kebudayaan Kabupaten Klungkung). Itu langkah kami untuk melestarikan dan kebudayaan di Klungkung," jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya menilai penetapan WBTB merupakan bentuk apresiasi atau penghargaan dari pemerintah pusat karena sudah melestarikan tradisi dan budaya di Klungkung.

Dengan pengakuan ini, diharapkan masyarakat bisa bangga dan semakin terpacu untuk melestarikan budaya di tempat tinggalnya.

" Tahun 2022 kami juga akan usulkan Kain Rangrang Nusa Penida, Garam Tradisional Kusamba, Pembuatan Genta di Kecamatan Klungkung, dan Pembuatan Gong di Desa Tihingan untuk WBTB," ungkapnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved