Berita Bali
Ini Jadwal Hari Raya Hindu Selama Bulan November 2021, Lengkap Beserta Maknanya
Pada bulan November 2021 ini, umat Hindu khususnya yang ada di Bali akan merayakan 19 hari raya
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada bulan November 2021 ini, umat Hindu khususnya yang ada di Bali akan merayakan 19 hari raya.
Hari raya ini mulai dari Kajeng Kliwon, Tilem, maupun Purnama, hingga Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Berikut ini adalah jadwal hari raya Hindu selama bulan November 2021.
Baca juga: Apa yang Dilakukan untuk Memaknai Hari Raya Anggara Kasih Julungwangi?
1. Sugihan Jawa
Sugihan Jawa dirayakan pada Kamis 4 November 2021.
Hari raya ini dirayakan enam hari sebelum Hari Raya Galungan disebut.
Sugihan Jawa atau Sugihan Jaba jatuh setiap hari Kamis (Wraspati) Wage wuku Sungsang.
Sugihan Jawa ini berasal dari bahasa Sansekerta dari kata Sugi dan Jaba.
Sugi artinya membersihkan dan Jaba artinya luar.
Sehingga Sugihan Jawa berarti pembersihan alam semesta atau makrokosmos atau bhuana agung.
Pembersihan bhuana agung ini dilakukan dengan membersihkan pelinggih, pura, merajan, maupun lingkungan sekitar.
Dihaturkan pula canang pengreresik dan canang raka di merajan maupun Paibon.
2. Tilem Kalima
Dirayakan pada Kamis 4 November 2021.
Baca juga: Makna Hari Raya Tumpek Landep Bagi Umat Hindu Bali Menurut Lontar Sundarigama
3. Sugihan Bali
Sugihan Bali ini dirayakan pada Jumat 5 November 2021.
Tepatnya pada Sukra (Jumat) Kliwon wuku Sungsang.
Sugihan Bali berasal dari kata sugi yang artinya membersihkan dan Bali yang artinya kekuatan dalam diri.
Sehingga Sugihan Bali berarti upacara untuk penyucian diri atau bhuana alit atau mikrokosmos baik secara sekala maupun niskala.
4. Hari Penyekeban
Minggu 7 November 2021 merupakan penyekeban.
Panyekeban jatuh tiga hari sebelum Hari Raya Galungan atau pada Redite (Minggu) Paing Wuku Dungulan.
Dalam Lontar Sundarigama disebutkan bahwa hari ini Sang Hyang Kala Tiga akan turun ke dunia.
Baca juga: Memaknai Hari Raya Saraswati: Menghormati Ilmu Pengetahuan hingga Mitos Tidak Boleh Membaca
Ikang Dungulan Redite Paing, turun Sang Hyang Kala Tiga, menadi Bhuta Galungan, arep anadah anginun ring manusa pada matangnian sang wiku muang sang para sujan den perepiakse juga sira kumekas ikang jenyana nirmala, nimitania, tan ka surupan tekap. Sang Buta Galungan, nadah mangkana mengaram panyekeban ucaping loka.
Artinya: saat Redite Paing wuku Dungulan disebutkan bahwa Sang Hyang Kala Tiga turun ke dunia dalam wujud Sang Bhuta Galungan, yang ingin makan dan minum di dunia ini, oleh karena itu, orang-orang suci, demikian pula para sujana (bijaksana), hendaknya waspada serta mengekang atau membatasi dirinya kemudian memusatkan pikirannya ke arah kesucian, agar tiada kemasukan oleh sifat-sifat yang membahayakan dari pengaruh-pengaruh Sang Bhuta Galungan, dan hal yang demikian, disebutlah hari penyekeban.
Oleh karena itu, mulai hari ini seseorang harus mulai mengendalikan diri.
Tidak mudah marah, emosi, dan selalu sabar agar nanti pada saat Hari Raya Galungan bisa merayakan hari kemenangan Dharma dengan paripurna.
5. Penyajaan Galungan
Penyajaan Galungan dirayakan pada Senin 8 November 2021. Tepatnya Senin (Soma) Pon wuku Dunggulan atau dua hari sebelum Hari Raya Galungan.
Pada saat ini, umat Hindu membuat jajan yang akan dipakai saat Hari Raya Galungan lagi dua hari.
Salah satu jajan yang biasa dibuat yakni jaje uli yang berbahan dasar ketan.
Selain itu pada saat ini juga dilakukan persiapan berbagai sarana upakara baik dari bahan janur, slepan, maupun ron.
Secara filosofi Penyajaan berasal dari kata saja yang berarti sungguh-sungguh.
Sehingga hari ini seseorang meningkatkan atau memperkuat kesungguhannnya dalam menyambut kemenangan dharma atas adharma.
6. Penampahan Galungan
Penampahan Galungan dirayakan pada Selasa, 9 November 2021.
Pada hari ini masyarakat melakukan pemotongan hewan baik babi maupun ayam.
Selain itu, juga dilaksanakan pemasangan penjor di pintu masuk rumah.
Pada hari ini dikuasai oleh Sang Bhuta Amengkurat.
Oleh karenanya setelah matahari terbenam dilakukan upacara biakala (mabiakala) agar tetap terhindar dari pengaruh Kala Tiganing Galungan yang dilakukan di halaman rumah.
7. Hari Raya Galungan
Rabu 11 November 2021 merupakan Hari Raya Galungan.
Hari ini merupakan peringatan atas kemenangan dharma melawan adharma.
Umat Hindu melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widi dan Dewa/Bhatara dengan segala manifestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya.
8. Manis Galungan
Manis Galungan dirayakan pada Kamis 11 Oktober 2021.
Biasanya dirayakan dengan melakukan pelukatan ke sumber mata air, baik kelebutan, danau maupun laut.
Juga melakukan upacara penyucian di merajan atau sanggah kemulan yang ditujukan kehadapan Hyang Kawitan dan Leluhur.
Baca juga: Makna Hari Raya Banyupinaruh Sebagai Penyucian Diri dengan Aksara, Begini Penjelasan Akademisi
9. Pemaridan Guru
Sabtu 13 November 2021 merupakan Pemaridan Guru.
Saat ini dipercaya sebagai hari dimana para Dewa ke Sunyaloka dengan meninggalkan kesejahteraan dan panjang umur pada umatnya.
10. Ulihan
Minggu 14 November 2021 dirayakan hari raya Ulihan.
Pada hari ini menghaturkan canang raka dan runtutannya kehadapan Bhatara-Bhatari.
11. Pemacekan Agung
Senin 15 November 2021 umat Hindu Bali merayakan hari raya Pemacekan Agung.
12. Buda Paing Kuningan
Buda Paing Kuningan dirayakan pada Rabu 17 November 2021.
Hari ini merupakan pelaksanaan pujawali untuk Bhatara Wisnu.
13. Penampahan Kuningan
Penampahan Kuningan jatuh pada Jumat 19 November 2021.
14. Purnama Kaenem
Purnama Kaenem dirayakan pada Jumat 19 November 2021 dan bertepatan dengan penampahan Kuningan.
15. Kajeng Keliwon Uwudan
Pada Sabtu 20 November 2021 umat Hindu merayakan hari raya Kajeng Keliwon Uwudan.
16. Hari Raya Kuningan
Hari Raya Kuningan dirayakan pada Sabtu 20 November 2021.
Pada hari ini menghaturkan sesaji dan persembahan atas turunnya kembali Shang Yang Widi disertai oleh Dewata atau Pitara.
17. Buda Wage Langkir
Buda Wage Langkir dirayakan pada hari Rabu 24 November 2021.
18. Hari Bhatara Sri
Hari Bhatara Sri ini pelaksanaannya jatuh pada Jumat 26 Oktober 2021.
19. Anggar Kasih Medangsia
Anggar Kasih Medangsia dirayakan pada Selasa, 30 November 2021.
Dirayakan sepuluh hari setelah Kuningan.
Anggara Kasih Medangsia dirayakan pada Selasa Kliwon wuku Medangsia yang jatuh setiap enam bulan sekali.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-umat-hindu-sembahyang.jpg)