Breaking News:

Berita Badung

BPBD Badung Mitigasi Potensi Bencana

BPBD Badung meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana saat curah hujan tinggi seperti sekarang ini.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
BPBD Badung saat melakukan penanganan pohon tumbang di wilayah Petang, Badung, Bali, beberapa hari lalu - BPBD Badung Mitigasi Potensi Bencana 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana saat curah hujan tinggi seperti sekarang ini.

Sejumlah wilayah di Bandung, Bali juga rawan bencana seperti di Kecamatan Petang, Mengwi dan Abiansemal.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Badung, I Wayan Wirya mengatakan, wilayah Badung memang rawan bencana.

Daerah Badung Utara berpotensi bencana longsor sedangkan di daerah Badung Selatan berpotensi banjir dan tsunami.

Baca juga: Potensi Curah Hujan Tinggi di Badung, BPBD Minta Masyarakat Waspada Bencana Alam

"Kalau dilihat dari daerahnya setelah melakukan mitigasi di Kecamatan Petang berpotensi adanya tanah longsor, sementara di Kecamatan Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan berpotensi banjir. Selain itu mulai Desa Cemagi hingga Tanjung Benoa bisa berpotensi tsunami," kata Wirya, Selasa 2 November 2021.

Untuk mengantisipasi pihaknya menyiapkan Tim TRC di masing-masing kecamatan untuk mengantisipasi adanya bencana.

Selain itu, pihaknya telah membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) ditingkat desa atau kelurahan.

"Di beberapa daerah kami juga sudah melakukan adakan simuasi bencana sehingga masyarakat tau apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Kami tidak bisa memprediksi kapan bencana," ujarnya.

"Namun ada langkah pencegahan pra bencana yang kami lakukan seperti menebang pohon yang besar, gotong royong membersihkan sungai dan yang lainnya," sambung dia.

Kecamatan Petang yang masuk wilayah rawan longsor juga sudah dilakukan penanaman rumput akar wangi.

"Bencana alam tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Apalagi tidak semua bencana dapat diberikan bantuan," ucapnya.

Kata dia, bantuan yang dapat diberikan sesuai dengan regulasi yang berlaku apabila dalam sebuah bencana menyebabkan kehidupan dan penghidupan masyarakat susah.

"Seperti contohnya dalam satu rumah, akibat amblas atau terbakar rumah itu tidak bisa ditempati, itu bisa kami bantu dengan memberikan hunian sementara. Namun untuk tempat umum bisa diusulkan bantuan ke Pemkab Badung," jelas dia. (*).

Baca juga: BPBD Denpasar Tangani 2 Kasus Laka Tunggal di Jalan Ir. Juanda, Dua Korban Tak Sadarkan Diri

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved