Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Rice Milling Unit Yang Dibangun Badung Bali Belum Maksimal, Termasuk Serapan Gabahnya

Perumda MGS sendiri siap menyerap gabah langsung dari petani dengan harga yang disepakati. 

Tayang:
Tribun Bali/I Komang Agus
Mesin penggiling di RMU Badung yang menghasilkan beras di sebar kepada sejumlah pegawai di Badung. Rice Milling Unit Yang Dibangun Badung Bali Belum Maksimal, Termasuk Serapan Gabahnya 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Produksi beras di Rice Milling Unit (RMU) Mengwitani, ternyata belum berjalan maksimal. Bahkan serapan beras ke petani juga turun. 

Hal itu karena petani memilih menjual atau mengelola sendiri hasil panennya. Bahkan dalam dua bulan terakhir, serapan gabah hanya mencapai rata-rata 200 ton. 

Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, I Wayan Suryantara, saat ditemui Senin 22 September 2025 membenarkan kondisi tersebut. 

Kondisi ini mengakibatkan naiknya harga beras di pasaran.

Baca juga: Curi Motor Petani di Sading Bali, Slamet Terpaksa Dilumpuhkan dengan Timah Panas, DPO Sejak 2024

"Sapan dari rice milling belum maksimal, karena musim panennya memang sedikit dan beberapa tersebar di penyosohan lainnya. Karena itu harga beras naik, karena penurunan produksi petani," jelasnya.

Menurutnya, harga gabah saat ini cukup tinggi, berkisar Rp6.000 hingga Rp6.200 per kilogram. 

Perumda MGS sendiri siap menyerap gabah langsung dari petani dengan harga yang disepakati. 

"Rata-rata pembelian gabah petani Rp6.000 per kilogram kering panen, namun saat ini menurun, belum lagi kena hama. Nanti sebulan lagi baru panen raya. Selama dua bulan terakhir memang turun," katanya.

Ia menyebutkan, serapan gabah petani fluktuatif mengikuti musim. Saat paceklik, hanya 200 ton gabah terserap per bulan. 

Namun, awal Oktober mendatang sejumlah subak di Sempidi, Gulingan, Sembung, Penarungan, hingga Darmasana sudah bersiap panen raya.

"Nanti pada panen raya, harga gabah akan turun sekitar Rp5.000 per kilogram. Kalau sekarang masih tinggi Rp6.000 hingga Rp6.200 per kilogram," ujarnya.

Suryantara juga menyoroti pengaruh cuaca ekstrem terhadap kualitas panen. 

Sebab, cuaca ekstrem akan mempengaruhi hasil panen, yakni kualitas gabah kurang baik. 

"Risikonya, kualitas gabah tidak baik, karena angin mengakibatkan padi yang siap panen rebah," ucapnya.

Untuk diketahui, pembangunan RMU Mengwitani sendiri dimulai Januari 2024 dan rampung Agustus 2024 dengan proses lancar. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved