Berita Badung
Selamat! Tari Baris Babuang Desa Sulangai Badung Lolos Jadi WBTB
Setelah diusulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akhirnya Tari Baris Babuang dari Desa Adat Batu Lan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Setelah diusulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akhirnya Tari Baris Babuang dari Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang lolos menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2021.
Tari Baris Babuang dinyatakan lolos pada Sidang Penetapan WBTB tahun 2021 yang dilaksanakan Kemendikbud Ristek di Jakarta Pusat pada Selasa 30 Oktober 2021 lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha yang dikonfirmasi Kamis 4 November 2021 mengakui satu kebudayaan yang ada di Badung kembali lolos WBTB. Bahkan pihaknya sendiri mengaku bersyukur atas lolosnya usulan Tari Baris Babuang tersebut.
“Tahun ini atau 2021 hanya satu yang siap diusulkan. Bahkan tari Baris Babuang merupakan lanjutan dari usulan tahun lalu yang ditunda, karena narasinya yang perlu disempurnakan lagi,” kata Eka Sudarwitha.
Baca juga: Harga Masih Tinggi, Para Saudagar dan Pengusaha Potong Sapi Mengeluh
Pihaknya mengatakan bahwa tari Baris Babuang merupakan jenis tarian klasik yang disakralkan oleh masyarakat Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang. Tarian ini berkaitan dengan ucapan rasa syukur kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa atas karunia melimpahkan hasil panen masyarakat desa dalam bercocok tanam.
Keunikan dari Tari Baris Babuang ini adalah penarinya membawa blecong atau bongkot (tangkai pohon kecicang atau kecombrang) serta pusuh biyu (jantung pisang) dengan kepala memakai kekudung (kerudung) yang dirajah (kaligrafi) Aksara Suci Bali. Tari Baris Babuang ditarikan secara berkelompok yang ditarikan 8 orang penari laki-laki mengenakan pakaian yang dominan berwarna merah.
“Jadi tari ini unik, dan sacral. Bahkan tari ini merupakan asli dari desa Sulangai,” jelasnya.
Baca juga: Ingin Wujudkan Kemandirian Pangan, Gubernur Bali Ajak Semua Pihak Setop Impor Beras dan Garam
Sementara untuk usulan WBTB tahun depan, pihaknya mengakui ini sudah ada beberapa permohonan dari masyarakat yang harus dikaji terlebih dahulu. Namun untuk usulan mana yang akan dikirim, masih belum ditentukan.
“Ada hampir delapan usulan yang masuk. Semua dari masyarakat. Nanti kami pelajari dulu, kira-kira yang mana bisa kajiannya bisa selesai dan diusulkan lebih dulu. Bilamana kajiannya lengkap, itu yang akan kami usulkan,” ucapnya.
Mantan Camat Petang ini mengatakan Pemkab Badung terus berupaya mendokumentasikan ragam objek pemajuan budaya yang ada di Gumi Keris secara bertahap. Mengingat masih banyak usulan tradisi maupun objek kebudayaan yang berdatangan dari masyarakat untuk diperjuangkan menjadi WBTB.
“Tapi untuk tahun 2022 yang akan datang kita menargetkan tiga item budaya yang akan diusulkan untuk menjadi WBTB Indonesia,” tegasnya
Untuk bisa lolos menjadi WBTB, sebuah usulan harus dilengkapi dengan beberapa dokumen antara lain format penetapan WBTB, foto dan video sebagai dokumentasi, serta kajian mendalam.
“Kendala utama adalah saat menyusun kajian. Harus melibatkan tenaga bersertifikasi untuk membuat kajian. Kami melibatkan akademisi dan ada juga tim dari Pemkab Badung yang bersertifikasi yang ikut menggarap kajian ini,” kata Eka Sudarwitha.
Lebih lanjut dirinya mengatakan dengan ditambah satu WBTB tari Baris Babuang itu, maka kini Badung memiliki 11 kebudayaan yang sudah ditetapkan menjadi WBTB Indonesia. Sebagai catatan, selain Tari Baris Babuang, 10 tradisi dan kebudayaan di Badung yang telah ditetapkan menjadi WBTB Indonesia selama kurun waktu 2016-2020 antara lain Tradisi Mekotek, Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi (2016), Tari Leko, Desa Adat Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal (2017), Tradisi Siat Tipat Bantal, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi (2017), Tradisi Siat Geni, Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta (2018), Tradisi Mebuug-buugan, Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta (2019).
Kemudian juga Dramatari Gambuh, Desa Adat Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi (2019), Kerajinan Gerabah, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi (2019), Tari Baris Sumbu Desa Adat Semanik, Desa Pelaga, Kecamatan Petang (2019), Tradisi Kebo Dongol, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi (2020) dan Tradisi Siat Yeh, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan (2020). (*)