Berita Gianyar

Warga Digegerkan Mayat Laki-laki Tersangkut di Sungai Kawasan Batubulan Gianyar

Proses evakuasi jenazah tersebut dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, bersama polisi, Basarnas, dan lainnya

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Proses evakuasi mayat laki-laki yang tersangkut di Sungai Blumbung, Batubulan, Gianyar, Kamis 4 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Warga di kawasan Banjar Buwitan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali digegerkan sesosok mayat tersangkut di Sungai Blumbung, Kamis 4 November 2021.

Korban merupakan I Wayan Karnata, laki-laki berumur 51 tahun asal Banjar Kenanga, Desa Batubulan Kangin.

Namun dalam memastikan dugaan tersebut benar, pihak kepolisian telah mengajak keluarga Karnata melihat mayat tersebut untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar keluarganya.

Proses evakuasi jenazah tersebut dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, bersama polisi, Basarnas, dan lainnya.

Baca juga: Pura Saraswati Ubud Gianyar, Tawarkan Pemandangan Kolam Teratai Sekaligus Berwisata Sejarah

Menurut Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terkait adanya temuan mayat tersebut sekitar pukul 15.00 Wita.

Saat tiba di lokasi, pihaknya melihat mayat tersebut telah tersangkut di bebatuan.

"Yang bersangkutan sudah dievakuasi dibawa ke rumah sakit Ari Santi Mas Ubud," ujarnya.

Kepolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan mengatakan, pihaknya telah mengajak keluarga Karnata ke RSU Ari Santi, dan oleh pihak keluarga, dikatakan yang bersangkutan adalah keluarganya yang hilang.

Terkait kronologis ditemukannya mayat tersebut, kata dia, berdasarkan keterangan dua orang saksi salah satunya Kelian Banjar Buwitan, I Wayan Sudarta, sekitar pukul 14.00 Wita dia ditelepon oleh warga perumahan Mekar Sari, Denpasar Timur bahwa ada mayat di sungai Belumbungan.

Di sisi lain, Bhabinkamtibmas Penatih Dangin Puri, I Wayan Suarma yang kebetulan berada di TKP menelepon pihaknya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia langsung memimpin anggotanya untuk melihat TKP.

"Dari keterangan anak korban bahwa korban sudah meningalkan rumah dari empat hari yang lalu.

Dan korban juga sudah beberapa kali keluar masuk RS Jiwa," ujar Kapolsek.

Atas peristiwa ini, pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Baca juga: Viral Video Pelajar Berhubungan Intim Gunakan Seragam SMK di Gianyar, Polisi Buru Penyebar Video

"Pihak keluarga telah menerima sebagai musibah," ujarnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved