Berita Denpasar
Sang Hyang Kala Tiga Galungan, Tetap Hati-hati Saat Ia Turun
Dalam lontar Sundarigama disebutkan bahwa sebelum hari suci Galungan maka akan ada godaan dari Sang Hyang Kala Tiga yang turun ke dunia.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Karsiani Putri
Oleh sebab itu menjelang Galungan, sebagai umat Hindu harus sangat berhati-hati dan kuat iman karena godaan dari Sang Hyang Kala Tiga Galungan akan selalu mengintai.
Dalam lontar Sri Jaya Kesunu, disebutkan bahwa Sang Hyang Kala Tiga Galungan akan turun pada Redite Paing Wuku Dungulan.
Sang Hyang Kala Tiga Galungan ini, terdiri dari tiga sosok niskala.
Sang Bhuta Galungan konon turun saat Redite Paing Dungulan.
Kemudian, Sang Bhuta Dungulan yang turun saat Soma Pon Dungulan.
Dan ketiga, Sang Bhuta Amengkurat yang turun saat Anggara Wage Dungulan.
Baca juga: Godaan Sang Hyang Kala Tiga Sebelum Galungan Menurut Kepercayaan Hindu
"Ketiga-tiganya ini yang selalu menggoda kehidupan iman manusia yang sedang menyiapkan diri untuk merayakan hari suci Galungan," tegas beliau.
Saat turunnya Sang Bhuta Galungan pada Redite Paing Dungulan, maka umat Hindu harus siap-siap menjaga diri, terutama menjaga supaya hal-hal negatif dalam diri seperti marah, dengki, iri, sombong, arogan dan lain sebagainya bisa dikendalikan.
"Kita harus bisa meredam dan mengurung gejolak-gejolak negatif dalam diri sehingga tidak muncul. Maka Redite Paing Dungulan disebut jari panyekeban, atau 'Anyekung Jnana Sudha Nirmala' yang artinya mengendalikan diri untuk bisa mencapai kesucian. Karena saat itu, Sang Bhuta Galungan sudah turun, dan kita harus waspada," sebut beliau.
Hari panyekeban ini diimplementasikan dengan nyekeb pisang untuk persiapan Galungan.
Maka dengan adanya simbol ini, sehingga umat harus selalu mawas diri akan adanya musuh dalam diri sendiri, seperti marah, dengki, iri dan sifat negatif lainnya.
"Dalam pesan-pesan para tetua dahulu, pantang kalau kita di rumah tangga bertengkar atau melakukan hal-hal yang negatif saat Redite Dungulan hingga Umanis Galungan, sebab orang tersebut bisa dimasuki oleh roh Sang Bhuta Tiga Galungan," ucap beliau.
Sehingga percaya atau tidak enam bulan yang akan datang, saat menjelang Galungan lagi keluarga yang bertengkar atau berbuat negatif itu akan terulang lagi pertengkarannya.
"Hal ini bisa dihilangkan apabila kita dapat menyadari dan memotivasi serta dapat mengendalikan diri. Oleh karena itu hati-hatilah saat Sang Tiga Bhuta Galungan sudah turun karena saat itu mereka akan selalu menggoda kehidupan manusia, sehingga bisa menggagalkan menikmati hari suci Galungan," tegas mantan Dosen Unhi Denpasar ini.
Sedangkan saat penampahan Galungan atau Anggara Wage wuku Dungulan, Sang Bhuta Amengkurat yang turun, maka umat Hindu Nusantara akan melakukan kegiatan panyembelihan atau penampahan, yang memiliki filosofi untuk membunuh segala sifat hewan atau hal-hal yang yang bersifat negatif di dalam diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-raksasa-dari-neraka.jpg)