Berita Bali
Selain Masa Berlaku Karantina, Visa dengan Essentials Bisnis Dinilai Hambat Wisman Datang ke Bali
Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA mengatakan Negara lain yang tidak menerapkan karantina seperti Thailand akan menjadi pesaing pariwisata Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA mengatakan Negara lain yang tidak menerapkan karantina seperti Thailand akan menjadi pesaing pariwisata Bali.
Sementara itu saat ini terdapat dua hal yang menjadi fokus untuk menarik kedatangan wisatawan mancanegara.
Ia menuturkan yakni pertama lamanya waktu karantina. Memang waktu karantina sudah diturunkan namun tetap saja membutuhkan kerja keras untuk mencapai pulau karantina atau no karantine.
Yang kedua adalah masalah visa, saat ini ketika Bali diumumkan dibuka pada tanggal 14 Oktober 2021 ini masih terdapat ketimpang tindihan terhadap terkait regulasi.
Baca juga: Terkait Masa Karantina Wisman Berkurang Jadi 3 Hari, Ketua IHGMA Bali Beri Tanggapan
Baca juga: Berharap Dongkrak Kunjungan ke Bali, Kebijakan Karantina Wisman Dipangkas Jadi Tiga Hari
"Saat ini yang dibuka baru esensial bisnis visa, artinya tamu yg datang sebagai turis menggunakan visa turis ini kan belum bisa. Jadi kalau tidak salah itu 211MP211A itu harus ada penjamin harus ada sponsor ini kan serta tidak mudah untuk bisa mendatangkan turis ke Bali seandainya regulasi itu belum diubah," sebutnya pada, Jumat (5 November 2021).
Dua hal tersebut yang menjadi tantangan. Dimana seolah-olah Bali ini sudah dibuka namun gemboknya masih dikunci.
Masih ada hal yang perlu di sinkronkan dan harus segera diselesaikan.
Masalah pertama mengenai karantina dan kedua visa. Wisatawan mancanegara tidak bisa melakukan directly liburan ke Bali, karena harus menggunakan visa P211A yakni esensial bisnis.
"Yang mana itu ada syarat, ada sponsor, ady penjamin harus memikili uang sekian, ini bukan tidak inviting atau tidak menarik untuk wisman datang," ujarnya.
Hingga saat ini ia mengatakan belum menerima bookingan dari wisman pasca pariwisata Bali sudah dibuka.
Baca juga: Kebijakan Karantina Dipangkas Jadi 3 Hari, Pemprov Bali Harapkan Mampu Dongkrak Kunjungan Wisman
Baca juga: Masa Karantina Wisman Dikurangi, PHRI Badung Optimis Kunjungan Capai 3 Ribu Perhari
Para wisman pun masih bertanya-tanya terkait kejelasan untuk mereka berkunjung ke Bali.
"Kami belum menerima booking tamu wisman yang mau ke Bali bulan ini atau bulan depan atau tahun depan belum ada bookingan. Cuma yang mereka tanyakan adalah bagaimana kejelasan untuk datang ini yang belum tersinkronisasi," ungkapnya.
Pihaknya mengharapkan minimal terdapat visa on arrival.
Dimana ada elektronik visa yang memang dipersiapkan untuk tamu yanb berkunjung sebagai turis. Sementara saat ini hanya terdapat visa dengan esensial bisnis dan syaratnya yang cukup membuat repot wisawatan mancanegara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wisman-asal-china-menikmati-wisata-kuliner.jpg)